Kepercayaan Masyarakat pada Obat Herbal Makin Tinggi

Kompas.com - 10/12/2011, 11:05 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Bagi masyarakat Indonesia, jamu atau ramuan obat tradisional sebenarnya bukan hal baru. Ramuan dari tumbuhan itu telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan dan dirasakan khasiatnya.

Kepercayaan masyarakat pada obat herbal juga terus meningkat. Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2007, masyarakat yang memilih mengobati diri sendiri dengan obat tradisional mencapai 28,69 persen, meningkat dalam waktu tujuh tahun dari yang semula hanya 15,2 persen.

Bahkan menurut data Riset Kesehatan Dasar 2010, sekitar 93 persen masyarakat yang pernah minum jamu menyatakan bahwa minum jamu memberikan manfaat bagi tubuh.

Tak heran jika penjualan jamu dan obat herbal terus melesat. Menurut Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, pada tahun 2011 ini penjualan jamu di Indonesia mencapai 12 triliun.

Hal tersebut juga diakui Mulyo Rahardjo, Managing Director PT Deltomed Laboratories. Setiap bulannya, perusahaan yang memproduksi jamu merek Antangin, Obat Batuk Herbal, atau Strongpas, ini menggunakan 204 ton bahan baku.

"Setiap tahunnya terjadi kenaikan permintaan produk kami, tetapi paling banyak adalah produk obat antimasuk angin," katanya, ketika menerima kunjungan wartawan ke pabrik Deltomed di Wonogiri, Jawa Tengah.

Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa citra jamu dan obat herbal masih rendah. Tak sedikit masyarakat yang menganggap obat herbal sebagai terapi alternatif yang tidak memiliki landasan ilmiah.

Menurut Nyoto Wardoyo, Presiden Direktur Deltomed, pada dasarnya obat herbal terbagi menjadi tiga jenis, yakni jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

"Jamu adalah ramuan yang sifatnya empiris atau dari kebiasaan yang diturunkan sehingga belum ada penelitiannya. Sementara obat herbal terstandar adalah bahan jamu yang telah diuji secara ilmiah keamanan dan khasiatnya pada hewan. Sedangkan fitofarmaka adalah obat yang sudah teruji pada manusia dan statusnya seperti obat modern," katanya, pada kesempatan yang sama.

Nyoto menambahkan, saat ini Obat Batuk Herbal produksi Deltomed sedang diuji klinis oleh para peneliti agar mendapatkan pengakuan sebagai fitofarmaka.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.