Banyak Bayi Belum Terimunisasi Lengkap

Kompas.com - 24/12/2011, 07:36 WIB
EditorLusia Kus Anna

Manokwari, Kompas - Baru 65 persen bayi di Papua Barat mendapat imunisasi dasar lengkap. Penyebabnya, fasilitas kesehatan dan tenaga medis di puskesmas minim dan kesadaran masyarakat kurang.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Ria M Come, Jumat (23/12), pencapaian imunisasi dasar bagi bayi— hepatitis B, BCG, polio, DPT, dan campak—di bawah target. Yang terendah imunisasi hepatitis B, kurang dari 30 persen dari target 80 persen jumlah bayi lahir.

Penyebabnya, menurut Ria, banyak ibu tak tega melihat bayi menangis saat disuntik, padahal rentang pemberian imunisasi hepatitis B maksimal tujuh hari sejak dilahirkan; jauhnya jarak puskesmas dari rumah penduduk; dan minimnya fasilitas operasional bagi petugas untuk keluar-masuk kampung. Aturan adat di kampung juga tak membolehkan bayi dibawa keluar rumah sebelum dibawa ke gereja.

Pelayanan imunisasi paling rendah terjadi di kabupaten baru mekar, seperti Maybrat dan Tambrauw. ”Namun, di Manokwari dan Sorong Selatan juga tinggi. Hal ini bergantung pada kebijakan kepala daerah,” kata Ria.

Berdasarkan data Dinkes Papua Barat pada Oktober, dari target 65 persen hanya 29,8 persen bayi lahir yang terimunisasi hepatitis B, imunisasi polio 1 tercapai 77,5 persen dari target 80 persen, imunisasi DPT-3 62,1 persen dari target 70 persen, imunisasi campak 71,9 persen dari target 75 persen, dan imunisasi BCG 67 persen dari jumlah bayi lahir.

Data bayi yang tak mendapat imunisasi lanjut sehingga tidak lengkap mencapai 16 persen. Padahal, toleransinya kurang dari 5 persen. Seharusnya, kata Ria, bayi mendapat imunisasi polio 1 sampai polio 4 dan atau DPT 1 sampai DPT 3. Namun, sering orangtua tak membawa bayi diimunisasi karena bayi sakit atau orangtua di luar kampung.

Selain kesadaran orangtua kurang, perhatian dinas kesehatan di tingkat kabupaten juga rendah serta tenaga medis di distrik belum melakukan penyisiran imunisasi dasar. Kendala lain, fasilitas kurang, seperti lemari pendingin guna menyimpan vaksin.

Edi Sunandar, anggota staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Papua Barat, mengatakan, banyak lemari pendingin rusak atau puskesmas belum memiliki. Akibatnya, rantai dingin terputus sehingga kualitas vaksin turun dan imunisasi tidak berjalan optimal. Penyimpanan vaksin idealnya bersuhu 2-8 derajat celsius.

Kepala Dinkes Papua Barat Otto Parorongan menyatakan berupaya menambah jumlah lemari pendingin agar rantai dingin tidak terputus. (tht)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.