Tes Alergi Tak Selalu Akurat

Kompas.com - 27/12/2011, 13:14 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Pemeriksaan kadar antibodi imunoglobulin E (Ig E) melalui tes alergi selama ini dipercaya untuk memastikan apakah seseorang menderita alergi tertentu. Namun rekomendasi terbaru menyatakan diagnosa alergi seharusnya tidak cuma melalui pemeriksaan tes alergi saja.

Tes alergi melalui pemeriksaan sampel darah atau tes tusuk kulit dilakukan untuk mengukur antibodi yang terbentuk di darah atau sekitar area kulit yang ditusuk saat seseorang terpapar alergen. Namun tes semacan ini tidak dapat mengukur jenis reaksi alergi yang bisa dialami seseorang.

Studi sebelumnya menyatakan sekitar 8 persen anak-anak akan mendapatkan hasil positif jika dilakukan tes alergi. Padahal hanya sekitar 1 persen saja yang mengalami gejala fisik alergi. Karena itu tes alergi konvensional seperti tes darah atau tusuk kulit itu sebaiknya dilakukan juga tes tambahan yakni tes makanan.

Tes tantangan makanan (food challenge) merupakan tes alergi dengan cara meminta pasien mengasup makanan yang diduga memicu alergi, di bawah supervisi medis. Tes ini merupakan standar baku untuk mendiagnosa alergi makanan. Tes ini juga bisa mengukur apakah seseorang akan mengalami reaksi alergi.

"Tes alergi memang membantu dokter membuat diagnosa, namun tes itu sendiri bukan peluru ajaib untuk membuat diagnosis atau prediksi penyakit," kata Dr.Robert Wood, ahli alergi dari Johns Hopkins Children's Center.

Gejala alergi bisa muncul kapan saja setelah terjadi interaksi antara tubuh dengan alergen (pencetus alergi). Hal ini terjadi karena sistem imun kita memandang alergen sebagai benda asing yang harus dilawan, akibatnya muncul reaksi baik berupa ruam pada kulit, diare, bersin, dan lain sebagainya.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cedera Ligamen Lutut Anterior

Cedera Ligamen Lutut Anterior

Penyakit
Psikopat

Psikopat

Penyakit
7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

7 Makanan untuk Mencegah Osteoporosis

Health
Midriasis

Midriasis

Penyakit
13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Kelemahan Otot yang Perlu Diwaspadai

Health
Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.