Vitamin dan Omega 3 Cegah Penyusutan Otak

Kompas.com - 29/12/2011, 16:02 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

KOMPAS.com - Menurut hasil studi terbaru, orang dewasa dengan  tingkat tinggi asam lemak omega-3 dan vitamin B, C, D, dan E di dalam darah, cenderung mempunyai kemampuan berpikir lebih baik dan memiliki volume otak yang lebih besar. Sementara,  individu dengan tingkat tinggi lemak trans dalam darah mereka memiliki kemampuan berpikir yang buruk dan juga berisiko mengalami penyusutan otak.

Peneliti mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa pekerjaan nutrisi "bersinergi" satu sama lain untuk melindungi otak supaya tetap sehat.

"Untuk orang dengan tinggi tingkat vitamin B, C, D, E, dan zat gizi tertentu, tampaknya akan bekerja sama pada tingkat tertentu," kata Gene Bowman, asisten profesor departemen neurologi dari Oregon Health & Science University, Portland.

"Memiliki tingkat tinggi vitamin dalam darah telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif yang jauh lebih baik dan volume otak yang lebih besar," tambahnya.

Studi ini diterbitkan online pada 28 Desember 2011 dalam Journal Neurology. Dalam penelitiannya, peneliti melibatkan 104 orang dengan rata-rata usia 87 tahun. Kemudian, peneliti mengukur tingkat nutrisi dalam darah para peserta. Secara keseluruhan, para peserta bukanlah kelompok perokok dan relatif sedikit mengalami penyakit kronis serta bebas dari masalah memori dan berpikir. Para peneliti juga melakukan scan MRI kepada 42 peserta untuk mengukur volume otak mereka.

Peneliti mencatat, orang dengan tingkat tinggi vitamin B, C, D dan E mempunyai kemampuan lebih baik pada fungsi eksekutif dan perhatian, serta memiliki keterampilan visuospatial dan fungsi kognitif global lebih baik. Bahkan, mereka juga memiliki otak yang lebih besar.

Sementara itu, kandungan asam lemak omega-3 yang ditemukan pada makanan seperti salmon telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi eksekutif yang jauh lebih baik.

"Fungsi Eksekutif" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara berpikir yang lebih tinggi di mana melibatkan perencanaan, perhatian dan pemecahan masalah. Pada riset ini, para peserta diminta untuk melakukan latihan yang melibatkan pencocokan nomor. Misalnya, nomor 1 dengan huruf A, nomor 2 dengan B, dan seterusnya, yang menunjukkan fleksibilitas dalam berpikir.

Hasil penelitian juga menunjukkan, orang-orang dengan tingkat tinggi lemak trans cenderung mempunyai kemampuan mental yang buruk dan memiliki otak yang lebih kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.