Lebih dari 30 Situs "Web" Iklankan Obat Ilegal

Kompas.com - 31/12/2011, 05:20 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan lebih dari 30 situs web menawarkan obat ilegal.

Setelah didalami, obat yang umumnya untuk meningkatkan stamina merupakan obat ilegal (tak terdaftar) di BPOM. Obat itu tidak diketahui komposisinya sehingga berpotensi membahayakan konsumen, terutama penderita gangguan jantung.

Kepala BPOM Kustantinah mengungkapkan temuan itu dalam jumpa pers tentang Kinerja BPOM 2011 dan Fokus 2012, Jumat (30/12), di Jakarta.

Sebanyak 27 situs itu berada di luar negeri. Hanya tiga di antaranya di Indonesia. ”Penyelidikan polisi menemukan keberadaan mereka dan menyita produk ilegal itu,” katanya. BPOM, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, memblokir situs itu.

Upaya penangkalan praktik ilegal, kata Kustantinah, bekerja sama dengan Interpol melalui program Pangea 4. Keterlibatan Indonesia dalam program itu, kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Lucky S Slamet, dimulai awal tahun ini. Pencegahan, penangkalan, serta pemberantasan obat dan makanan ilegal dilakukan Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal BPOM.

Pengawasan dan penapisan produk ilegal dan palsu yang dipromosikan melalui media internet bukan hanya pada obat- obatan, tetapi juga makanan.

Untuk melindungi masyarakat, BPOM melakukan pengawasan melalui evaluasi penilaian produk sebelum beredar (premarket) dan produk yang telah beredar (postmarket) dengan pengambilan contoh dan pengujian. BPOM juga bekerja sama dengan Bea dan Cukai untuk mencegah produk tersebut masuk Indonesia.

Pengawasan produk sebelum beredar, kata Kustantinah, dilakukan dengan menilai keamanan, manfaat, mutu, dan pemberian nomor izin edar (NIE). Tahun ini BPOM mengeluarkan 19.585 NIE, terdiri dari obat (3.717), obat tradisional (1.614), suplemen (732), produk pangan (13.522), dan notifikasi kosmetik (22.504). Jumlah ini naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun 2010.

Hasil investigasi awal dan penyidikan kasus tindak pidana di bidang obat dan makanan tahun 2011, ditemukan 209 kasus pelanggaran. Dari total kasus itu, 118 kasus dilanjutkan ke projustitia dan 91 kasus mendapat sanksi administratif. Sepuluh kasus telah diputus pengadilan. ”Sayang, delapan di antaranya hanya dinyatakan sebagai tindak pidana ringan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku,” kata Kustantinah.

Tahun depan, BPOM akan fokus pada program peningkatan status gizi anak melalui rencana aksi nasional pangan jajanan anak sekolah, intensifikasi peredaran kosmetik, dan peningkatan daya saing industri farmasi nasional. (YUN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.