Chikungunya Menyerang

Kompas.com - 05/01/2012, 07:44 WIB
EditorLusia Kus Anna

Depok, Kompas - Memasuki musim hujan, penyebaran penyakit yang disebabkan infeksi bakteri atau virus perlu diwaspadai. Di Kota Depok, Jawa Barat, sejak akhir November 2011 hingga awal Januari 2012 ini terdata sedikitnya 200 warga terserang chikungunya. Penyakit ini juga terus menjalar ke sejumlah kelurahan dan kecamatan.

Serangan chikungunya diawali dengan gejala pusing, meriang, demam, bintik-bintik merah pada kulit, dan mual. Selanjutnya, penderita merasa nyeri pada persendian sehingga merasa tidak dapat bergerak. Sebagian warga menganggap mereka mengalami lumpuh sementara dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Saat ini, serangan paling parah terjadi di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Serangan terus menjalar dan mulai merambah Kecamatan Pancoran Mas. Serangan sebelumnya terjadi di Kecamatan Tanah Baru.

”Serangan penyakit ini tidak lepas dari buruknya kondisi lingkungan warga. Sesuai hasil penelusuran, kami menemukan banyak tempat yang bisa menjadi sarang berkembangnya nyamuk di sekitar rumah warga. Kondisi ini memudahkan penularan chikungunya dari warga satu ke yang lain,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Limo dr Mutmainah, Rabu (4/1), di Depok.

Di Kampung Kresek, Kelurahan Grogol, sudah 190 warga terserang chikungunya. Kemarin, paling tidak ada delapan penderita baru chikungunya di Kampung Kresek.

Sa’ani (41), warga Kampung Kresek yang terserang chikungunya, semula mengira terserang demam berdarah dengue (DBD). Dia baru tahu terserang chikungunya setelah berobat kepada bidan terdekat di kampung itu.

Setelah dirinya sembuh, chikungunya menyerang anak pertamanya, Aminah (20); kemudian anak bungsunya, Rizki Maulana (13); dan terakhir suaminya, Aming (45).

”Kami bergantian merawat yang sakit. Sampai sekarang, persendian saya masih ngilu. Saya tidak bisa kerja keras dan jalan lama-lama,” tuturnya.

Rencananya, Jumat ini, petugas akan membagikan abate kepada warga untuk mematikan jentik nyamuk yang menjadi media penularan. Hari Minggu, petugas puskesmas akan melakukan pengasapan ke permukiman.

Demam berdarah

Hujan yang mulai rutin mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta, tetapi sesekali muncul panas matahari, juga mempercepat perkembangbiakan nyamuk pembawa beberapa jenis penyakit.

”Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang wajib diwaspadai,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Hakim Siregar.

Pada empat hari pertama bulan Januari ini memang belum ada laporan lonjakan demam berdarah atau DBD, tetapi penyakit itu perlu diwaspadai.

Penyakit lain yang harus diwaspadai, menurut Hakim, adalah influenza, gatal-gatal, termasuk chikungunya.

Selain pola hidup bersih, warga diimbau rutin melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) di rumah, lingkungan tempat tinggal, dan tempat kerja serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. (NEL)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.