Hamil, Tak Bisa Makan Nasi dan Minum Susu

Kompas.com - 05/01/2012, 15:19 WIB
EditorDini

T:
Usia kehamilan saya menginjak 2 bulan, saya mengalami gejala mual, tetapi untuk muntah sangat jarang. Permasalahan yang saya hadapi, saya tidak bisa makan nasi dan minum susu hamil. Jika saya paksakan saya pasti muntah. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara mengatasinya, sementara janin saya sangat memerlukan nutrisi? (Siska, 22)

J:
Dear Siska,
Selamat ya Siska atas kehamilannya. Betul sekali yang dikatakan Siska, bahwa janin dalam kandungan sangat membutuhkan nutrisi yang tentunya diperoleh dari ibu. Mengapa? Karena pada usia kehamilan 2 bulan atau 8 minggu, sistem saraf pusat, denyut jantung, sistem saluran cerna, jari kaki-tangan dan wajah sudah lengkap terbentuk. 

Gejala mual sering dialami oleh ibu hamil yang biasanya akan berkurang saat kehamilan memasuki usia kehamilan trimester ke-2. Jika Siska tidak mau makan nasi dan minum susu hamil tidak masalah, karena nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat, dan susu hamil merupakan sumber protein, lemak, mineral dan vitamin. Sebagai alternatif pengganti nasi, Siska dapat memilih sumber karbohidrat lainnya seperti bihun, bubur, biskuit, havermout, kentang, krakers, makaroni, mi, roti, ubi, singkong, dan berbagai macam tepung. Sedangkan sebagai pengganti susu, Siska dapat menggantikannya dengan protein baik hewani (ikan, daging, telur, seafood, dll) maupun nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan, dll) juga sayuran dan buah-buahan.

Demikian juga dengan kandungan asam folat, kolin, dan vitamin B12 dapat diperoleh dari bahan makanan seperti daging sapi, daging ayam, hati, gandum, ikan, kuning telur, kacang-kacangan, asparagus, sayuran hijau, dan lain sebagainya. Jadi pengertian yang beredar di masyarakat bahwa setiap wanita hamil harus minum susu hamil adalah kurang tepat, karena susu hamil dapat diganti dengan bahan makanan lain yang memiliki kandungan seperti dalam susu tersebut.  

Ada beberapa tips yang dapat Siska lakukan untuk mengatasi rasa mual agar janin tetap memperoleh cukup nutrisi:
* Karena rasa mual sering datang di pagi hari, maka saat bangun tidur, bangunlah dari ranjang secara perlahan, tidak perlu terburu-buru.
* Makanlah makanan yang agak kering sebagai appetizer, seperti toast atau krakers saat mulai makan.
* Makan dengan porsi kecil dan sering. Walaupun kadang terasa sangat lapar, jangan makan dalam porsi yang besar sekaligus, tetapi dibagi dalam beberapa kali makan.
* Hindari makanan dengan rasa atau aroma yang terlalu merangsang.
* Jika terasa mual hindari teh, kopi, susu, coklat, maupun jus dengan asam sitrat.
* Jangan lupa penuhi kecukupan tubuh akan cairan, jadi tetap harus minum (tetapi tidak sekaligus dalam jumlah banyak).
* Jika rasa mual dan muntah masih berlanjut dan dalam frekuensi yang lebih sering, sebaiknya Siska kembali ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.