Mengatur Makan Agar Anak Tak Kegemukan

Kompas.com - 17/01/2012, 10:21 WIB
EditorAsep Candra

TANYA : 

Dear Ibu Sari, saya ingin menanyakan masalah pembatasan makanan dan jumlah kalori untuk anak-anak.  Apakah benar anak yang mengalami kegemukan harus dibatasi asupan makanannya terutama makanan manis dan berlemak? Masalahnya, anak saya saat ini yang berusia 7 tahun mengalami kegemukan. Dia memang kurang banyak bergerak dan sulit sekali dirayu supaya makan sayur dan buah. Kegemarannya hanya daging, roti dan makanan manis.  Bagaimana caranya agar anak saya bisa menurukan berat badan, haruskah saya membatasi makanannya?

(Emmi, 32, Tangerang)

JAWAB :

Ibu Emmi yang baik,

Kebutuhan energi perhari yang dibutuhkan anak usia 7-9 tahun adalah 1.800 kkal, dengan indikator berat badan normal untuk usia tersebut adalah 25 kg dengan tinggi badan 120 cm.

Penyebab kegemukan ada beberapa faktor. Tetapi utamanya adalah bila kita makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh dan kurang gerak. Kelebihan makanan ini akan diubah dan disimpan menjadi lemak dalam tubuh kita.

Mengenai makanan berlemak dan makanan manis mengapa harus dibatasi? Makanan berlemak tinggi nilai kalorinya. Sebagai catatan, 1 gram minyak atau lemak /margarin menghasilkan energi 9 kkal. Misalnya dalam 1 potong pisang yang digoreng energinya kurang lebih 190 kkal dengan perincian Pisang : 100 kkal dan minyak untuk menggoreng 1 sdm (10 gram) energinya 90 kkal, sehingga makanan digoreng energinya lebih tinggi dibanding makanan yang tidak digoreng.

Sementara itu makanan manis juga tinggi kalorinya. Gula pasir seberat 1 gram menghasilkan energi 4 kkal. Misalnya, teh manis dengan 1 sendok makan (10 gram) gula pasir mengandung energi 40 kkal. Contoh lain, 2 keping biskuit energinya kurang lebih 100 kkal. Makanan manis biasanya juga kandungan lemakya tinggi, selain itu tidak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan anak seperti protein, vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan menjalankan aktivitas yang sehat.

Beberapa akibat yang dikhawatirkan terjadi pada anak berkaitan dengan kelebihan berat badan jangka pendek adalah :

•    Masalah fisik: menurunnya kemampuan untuk ikut serta dalam kegiatan teman sebayanya, sulit bergerak.
•    Isolasi sosial: Kesulitan menjalin persahabatan, diejek dan dikucilkan teman sebaya
•    Dampak psikologis: pencapain yang lebih rendah daripada yang seharusnya, kurang percaya diri
•    Masalah kesehatan: muncul lebih dini (diabetes tipe 2, hipertensi, masalh ortopedik)

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.