Flu Singapura Merebak di Depok

Kompas.com - 09/02/2012, 04:16 WIB
Editor

Depok, Kompas - Penyakit menular flu singapura merebak di Depok, Jawa Barat. Dalam istilah medis, flu singapura disebut sebagai hand, foot, and mouth disease. Penyakit ini merebak di hampir seluruh wilayah Depok, mulai dari barat, tengah, hingga timur kota.

Data dari Puskesmas Bojongsari saja, sejak Januari, sedikitnya ada 22 orang yang terserang virus ini. Data ini belum termasuk penderita yang melakukan pengobatan di klinik kesehatan atau rumah sakit lain.

Sebagian besar penderita merupakan anak di bawah lima tahun.

”Penyebarannya memang cepat. Di RW 12 Kelurahan Curug saja, kurang dari dua minggu sudah ada delapan penderita. Kami baru tahu setelah ada pendataan langsung kepada warga,” kata Kepala Puskesmas Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Nur Afiah, Rabu (8/2), saat melakukan pendataan.

Flu singapura merupakan penyakit yang mirip cacar air, tetapi jenisnya berbeda. Flu singapura, kata Afiah, pernah mewabah di Singapura sehingga kemudian diberi nama flu singapura.

Namun, sebenarnya flu ini awalnya berkembang di Kanada. Awal kedatangannya di Indonesia, menurut dia, sekitar tahun 2004.

Tanda-tanda

Serangan flu singapura ditandai dengan munculnya bintil- bintil merah yang terkonsentrasi pada tangan, kaki, dan mulut.

Dampak terburuk serangan penyakit ini adalah kematian jika terjadi komplikasi, tetapi hal ini belum terjadi di Depok. Umumnya penderita sangat tidak nyaman dengan kondisi badan yang meriang serta bintil yang muncul di tangan, kaki, dan mulut.

Virus penyakit ini menyerang anak-anak yang kondisi tubuhnya lemah. Penyakit ini bisa menular melalui udara dan kotoran. Penyebaran flu ini semakin pesat saat kondisi udara lembab, apalagi jika kondisi tubuh sedang lemah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X