Pasar Organik Dunia Tumbuh Pesat

Kompas.com - 17/02/2012, 02:41 WIB
Editor

NUERNBERG, KOMPAS - Pasar produk organik dunia terus tumbuh pesat. Dalam 10 tahun terakhir, pasar organik naik 228 persen. Nilai perdagangan produk organik tahun 2010 menembus 59,1 miliar dollar AS.

Pasar terbesar produk organik dunia tetap di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, dan Italia. Meski begitu, 85 persen petani organik berada di luar Uni Eropa dan AS.

Hal itu terungkap dalam seminar di sela pameran BioFach and Vivaness 2012, yang merupakan pameran produk organik terbesar dunia di Nuernberg, Jerman, 15-18 Februari, seperti dilaporkan wartawan Kompas Hermas E Prabowo dari Nuernberg.

Direktur Utama Organic Monitor Amarjit Sahota memperkirakan, tahun 2012 Eropa masih akan terimbas krisis ekonomi. Meski begitu, pasar produk organik yang mengutamakan aspek kesehatan di AS akan terus tumbuh. Begitu pula pasar organik di Brasil, Rusia, India, dan China juga terus berkembang seiring pertumbuhan ekonomi mereka.

Diperkirakan, pasokan produk organik akan tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan. Harga sangat dipengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran serta inflasi. Adapun kompetisi juga akan meningkat untuk produk-produk organik eco-label.

Nilai perdagangan produk organik AS tahun 2011 mencapai 30 miliar dollar AS. Diperkirakan sampai tahun 2015 pertumbuhan rata-rata pasar organik Amerika Utara sebesar 12 persen.

Dalam pameran produk organik terbesar dunia itu, para pengusaha dan asosiasi produk pertanian organik Indonesia ikut serta. Pameran difasilitasi Kementerian Pertanian.

Produk yang dipamerkan utamanya produksi kelompok tani skala kecil, koperasi, ataupun produk organik dari kebun sendiri. Dalam pameran ini, datang 2.410 ekshibitor dari 83 negara dan menempati area seluas 44.872 meter persegi.

Asosiasi Organis Indonesia memasarkan kakao produksi Asosiasi Petani Kakao Organik, Pidie, Aceh; kacang mete produksi kelompok tani Organization ICS Jambu, Buton, Sulawesi Tenggara; gula kelapa produksi Koperasi Serba Usaha Jatirogo, Yogyakarta; dan kayu manis produksi Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia, Kalimantan Selatan.

Produk organik lainnya adalah beras organik oleh PT Bloom Agro, teh oolong oleh PT Harendong Green Farm, serta kacang mete (NTT), gula kelapa dan kayu manis (Kalimantan Selatan) oleh CV Aliet Green.

CEO Aliansi Organis Indonesia Indro Surono mengatakan, dengan ikut pameran ini, hal itu sekaligus membuka akses pasar produk pertanian organik Indonesia di dunia, khususnya di Eropa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.