Flu Singapura Kian Mewabah

Kompas.com - 23/02/2012, 12:45 WIB
EditorEgidius Patnistik

SINGAPURA, KOMPAS.com - Penyakit tangan, kaki dan mulut atau yang dikenal dengan sebutan Flu Singapura semakin mewabah di Singapura.

Harian Straits Time, Kamis (23/2/2012) melaporkan, pekan lalu sebanyak 825 anak terinfeksi penyakit tersebut. Jumlah itu meningkat dibanding pekan sebelumnya yang hanya 780 kasus dalam sepekan. Jumlah kasus tersebut untuk pertama kalinya melebih tingkat epidemi sejak tahun 2010.

Jumlah kasus penyakit Flu Singapura meningkat dengan cepat sejak sepekan terakhir di Singapura. Lonjakan drastis itu menambah jumlah kasus tersebut menjadi 3.457 pada tahun ini, melebihi dua kali lipat pada periode yang sama tahun lalu, kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Pusat perawatan anak Pat’s Schoolhous terpaksa ditutup selama 10 hari sejak Rabu karena lebih dari 16 anak terinfeksi penyakit itu. Sementara itu lima pusat perawatan anak lainnya masuk dalam daftar pantauan.

Hingga saat ini, 17 pusat perawatan anak dan taman kanak-kanan masuk dalam daftar pantauan dan enam lainnya ditutup selama 10 hari. Juru Bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, jumlah anak yang dirawat di rumah sakit hanya sedikit. Namun dia tidak menjelaskan berapa banyak. Dia juga mengatakan tidak ada kasus yang benar-benar besar di dua rumah sakit umum tempat anak-anak yang terinfeksi penyakit itu dirawat.

Flu Singapura yang terjadi pada tahun ini tidak seperti biasanya karena terjadi pada awal tahun. Biasanya flu tersebut menyerang anak-anak saat menjelang liburan sekolah antara Maret dan Mei dan antara Agustus dan Oktober. Anak-anak yang terinfeksi virus tersebut mengalami luka di mulut, tangan dan kaki mereka. Mayoritas penyakit itu bisa sembuh dengan sendirinya tetapi kadang kala juga berbahaya.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, sejumlah rumah sakit dan klinik yang diawasi tidak menunjukkan kenaikan jumlah kasus itu terkait dengan peningkatan aktivitas virus EV71 yang merupakan penyebab penyakit tersebut. Para dokter menyarankan orang tua untuk menularkan kebiasaan baik kepada anaknya seperti cuci tangan sebelum makan dan tidak berbagi makanan dan peralatan makanan. Anak-anak harus tetap di rumah jika mereka sakit agar tidak menularkannya kepada anak lainnya.

Di Indonesia, wabah flu itu menyerang puluhan anak-anak di Depok, Jawa Barat. Namun tidak terdapat korban jiwa yang ditimbulkan penyakit tersebut.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X