Anak Demam, Kapan Perlu ke UGD?

Kompas.com - 02/03/2012, 10:06 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Tindakan orangtua membawa anaknya yang demam tinggi ke unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit dianggap sudah tepat. Dalam penelitian, sekitar satu dari empat orangtua mengatakan selalu membawa anaknya ke UGD saat demam tinggi.

Secara umum terdapat beberapa penyakit serius yang diawali dengan gejala demam tinggi, antara lain meningitis, bacteremia, infeksi saluran kemih, atau pun radang paru (pneumonia).

"Demam pada anak sebaiknya tidak digeneralisir karena hal itu bisa menyebabkan keterlambatan atau salah diagnosis," kata Dr.Yvette van Ierland, ahli penyakit anak dari Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda.

Dalam penelitian yang dilakukannya, diketahui sekitar satu dari empat orangtua kerap membawa anaknya yang demam tinggi ke UGD.  Untuk menilai apakah tindakan tersebut sudah tepat, para peneliti membandingkannya dengan anak-anak yang dibawa ke UGD atas rujukan dokter.

Sekitar 38 persen dari 4.600 anak berusia kurang dari 16 tahun yang menderita demam dirujuk ke UGD oleh dokter dan sekitar 62 persen dibawa oleh orangtuanya langsung.

Dari anak-anak yang dirujuk oleh dokter, 46 persennya dianggap membutuhkan tindakan darurat, dibandingkan dengan 45 persen dari anak yang dibawa sendiri oleh orangtuanya.

Namun anak-anak yang membutuhkan pertolongan darurat, misalnya kesulitan bernapas, gangguan perut, gangguan saraf, atau demam karena alasan yang tidak jelas, jumlahnya cukup sama antara yang dirujuk dan dibawa langsung oleh orangtua.

Meski begitu, ternyata cukup banyak juga anak-anak yang menderita demam yang sebenarnya bisa diatasi sendiri di rumah atau dengan panduan dokter melalui telepon.

"Beberapa orangtua mungkin bertindak berlebihan dengan langsung membawa anaknya ke UGD saat demam, tetapi orangtua juga memiliki indra keenam yang berkaitan dengan anaknya sehingga dokter jangan menganggapnya remeh," kata Dr.Roya Samuel, dokter anak yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Ia menambahkan demam merupakan mekanisme tubuh dalam melawan virus atau kuman dan kebanyakan orangtua tidak perlu membawa anaknya ke UGD. "Tidak diperlukan tindakan apa-apa jika anak demam, kecuali jika ada gejala tambahan yang mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri," katanya.

Gejala adanya penyebab yang serius antara lain anak yang menderita demam terlihat lesu dan tidak mau makan atau minum. "Jika ada tanda kesulitan bernapas atau tanda dehidrasi, harus diwaspadai," katanya.

Durasi demam juga menjadi faktor yang penting. Jika anak mengalami demam lebih dari tiga hari, segera bawa anak ke dokter.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.