Nyeri Dada akibat Operasi Payudara

Kompas.com - 06/03/2012, 14:01 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dok, saya belum menikah tetapi sudah pernah 2 kali menjalani operasi pengangkatan kanker payudara baik di kanan dan kiri.  Sudah lebih dari 6 tahun dan sekitar 3 tahun yang lalu. Tetapi, setiap saya haid dan saat pikiran sedang mengalami stres, dada saya sering kali mengalami nyeri yang sangat hebat sampai terasa ke tulang dan sampai terasa ke punggung. Sering kali saya tidak kuat menahan dan hampir pingsan. Ketika saya mengalaminya, semangat hidup saya menjadi turun karena tidak tahan dengan rasa sakitnya.

Yang ingin saya tanyakan, apakah kanker saya belum sembuh? Dan bagaimana menghilangkan sampai ke akar-akarnya tanpa kemoterapi? Bagaimana menghilangkan sakit yang terus menerus tersebut? Apakah ada pengaruh pada anak saya kelak jika saya menyusui anak saya? Terimakasih.

(Winarni, 23, Magelang)


JAWAB :

Mbak Winarni yang baik, pertama yang harus dipastikan mengenai penyakit anda adalah : Apa itu benar kanker payudara? Ketika anda menyebutkan kanker dan bukan sekedar tumor, maka sifatnya menjadi ganas. Dalam pikiran saya, umumnya orang awam menyebut semua benjolan adalah kanker. Perlu anda ketahui bahwa tidak setiap benjolan pada payudara sifatnya adalah ganas. Maka saya menjadi bingung manakah yang anda maksud? ganas ataukah jinak? termasuk yang manakah anda?

Ketika anda mengalami pengangkatan hingga dua kali, saat itu timbul pertanyaan apakah memang saat 6 tahun lalu anda dilakukan pemeriksaan menyeluruh kepada keduanya dan hanya salah satu didapatkan dan satu lagi baru tumbuh 3 tahun lalu? atau apakah sebenarnya sudah ada sejak 6 tahun lalu, tapi saat itu anda hanya mau mengangkat satu terlebih dahulu? Kemudian jika sudah diambil, apakah dilakukan pemeriksaan jaringan untuk tahu itu ganas ataukah jinak? Sebab, dengan usia anda yang masih muda dan adanya benjolan di payudara, yang biasanya sering didapatkan terjadi adalah FAM, atau disebut juga fibroadenoma mamae, dan biasanya bersifat jinak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bukan itu yang anda dapatkan. Bisa jadi berbeda, bisa juga ganas. Saya tidak tahu jenisnya dari keterangan yang anda berikan.

Ketika anda menanyakan apakah kanker anda belum sembuh, saya kembalikan pertanyaan itu terhadap anda, apakah setelah anda melakukan operasi, anda sering kontrol? Sekedar check-up berkala mengenai kondisi anda? Ataukah belum sama sekali?  Karena yang sebenarnya harus dilakukan adalah evaluasi berkala mengenai kondisi anda.

Kalau dari gejala saja, tidak bisa menilai apakah anda sudah sembuh ataukah belum. Perlu anda ketahui, rata - rata penyakit kronis tidak memberikan gejala apapun sehingga kadangkala jika memberikan gejala adalah saat penyakit tersebut sudah mencapai stadium yang lanjut. Jika memang sudah harus dikemoterapi, maka saya sarankan sebaiknya dikemo dengan tentunya pertimbangan lebih lanjut ada di tangan anda. Akan tetapi, jika masih bisa dioperasi, tentu dokter tidak menyarankan kemo.

Semua saran kemo ada pertimbangannya sebelum disarankan ke pasien, selain karena obat kemo tidak akan sembarangan diberikan, tentunya ada siklus siklus tertentu, pemantauan khusus hingga tujuan kemo yang diberikan sifatnya masih bisa sebagai penyembuhan ataukah hanya bersifat paliatif dan tidak menyembuhkan.

Saran saya, sebaiknya kunjungi dokter anda terdahulu, mungkin sebaiknya dilakukan pemeriksaan berkala, menyeluruh dan melihat benar apakah masih ada ataukah tidak. Kemudian untuk pengaruh saat menyusui, saya bingung maksudnya, pengaruh seperti apa yang anda maksud, saya asumsikan maksud anda adalah dengan bekas kanker anda apakah saat menyusui bisa menyebabkan kanker menurun kepada anak?

Jika penularan yang anda maksudkan bersifat langsung karena menyusui tentunya tidak. Namun perlu diketahui, bahwa adanya riwayat kanker dalam keluarga menjadi salah satu faktor risiko yang penting dalam terjadinya kanker di masa depan.  Sehingga ketika anda memiliki anak, kondisi yang anda memiliki  ini masih bisa saja menjadi faktor risiko bagi si anak untuk mengalami hal sama ataupun kondisi yang sama di tempat yang berbeda di tubuhnya, atau pun tidak sama sekali.

Jika menghilangkan rasa nyeri yang Anda alami, tentunya ada beberapa yang harus dipastikan. Benarkah itu nyeri dari kanker? Bekas kanker yang memang nyeri ataukah diperberat dengan pengaruh psikis anda? Saran saya, pastikan terlebih dahulu bahwa itu adalah nyeri bekas kanker saja. Bukan karena masih ada dan nyeri tulang akibat kanker yang masih ada yang tentunya masih bisa timbul sewaktu-waktu. Semoga jawaban saya bisa membantu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.