Penyembuhan Kanker dengan Kemoterapi Lokal

Kompas.com - 07/03/2012, 16:38 WIB
EditorAsep Candra

DENPASAR, KOMPAS.com - Awal tahun 2009 seakan menjadi menjadi tahun terburuk buat Sugianto. Pria berusia 34 tahun ini tidak pernah menyangka kalau ternyata benjolan di leher sebelah kirinya itu adalah tumor ganas. Oleh tim dokter sebuah rumah sakit di kawasan Pluit, lelaki yang biasa dipanggil Sugi itu ia dinyatakan mengidap kanker nasofaring, sejenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Tetapi merasa ada yang aneh dari hasil pemeriksaan tersebut, Sugi berkonsultasi dengan dokter lain di salah satu rumah sakit lain di Jakarta. Ia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang. Namun lagi-lagi, ia tak puas dengan pemeriksaan di rumah sakit tersebut.

"Pemeriksaan merambat ke yang lain seperti cek liver, ginjal dan macam-macam. Hal itu membuat mental saya justru menjadi down. Karena hasil CT scan tidak menunjukkan nasofaring, tapi biopsi menunjukkan nasofaring," tutur Sugi saat ditemui di kawasan Sanur, Bali, Sabtu, (3/3/2012).

Merasa tidak cocok, akhirnya Sugi memutuskan  berobat ke Malaysia. Ternyata, hasil diagnosa yang ia terima juga sama dengan apa yang ia dapat sewaktu di Pluit. Hasil biopsi menunjukkan bahwa ia mengidap kanker nasofaring stadium 2b. Sementara hasil CT scan pada hidung tidak ditemukan adanya kanker nasofaring.

Sugi akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan kelenjar dan otot pada bagian pundaknya di Malaysia. Setelah dioperasi, ia melanjutkan pengobatan kemoterapi sebanyak 6 kali dan penyinaran sebanyak 32 kali.  Efek dari kemoterapi membuat berat badannya turun sampai 25 kg dan daya tahan tubuh menjadi sangat lemah sehingga gampang sakit. Setelah menjalani serangkaian pengobatan dan kemoterapi serta penyinaran selama 3 bulan hasil diagnosa menunjukkan bahwa kanker yang ada di tubuhnya sudah bersih.

Tak lama setelah dinyatakan bersih dan sembuh, kanker muncul lagi kali untuk kedua kalinya pada tubuh Sugi. Tapi kali ini, kanker tersebut terletak di hidung. Dokter mengajurkan untuk kembali lagi menjalani pengobatan di Malaysia, tetapi ia menolaknya. Pada September tahun lalu, Sugi juga pernah ke Singapura untuk melakukan konsultasi di sebuah rumah sakit, di mana ia kembali dianjurkan menjalani operasi.

Belum sempat untuk mengambil keputusan, Sugi tiba-tiba mendapatkan saran dari kakaknya agar menjalani pengobatan di Rumah Sakit Modern Guangzhou, China. Meski sempat bimbang dan dilema akhirnya Sugi menerima saran dari kakaknya. Sekitar bulan November 2011 Sugi pergi ke  Guangzhou untuk menjalani pengobatan.

Jieru atau kemoterapi lokal

Di Guangzhou, Sugi menjalani perawatan menggunakan metode Transarterial Intercurrent Local Chemotheraphy atau biasa dikenal dengan Jieru. Prof dr Peng Xiao Chi dari Modern Cancer Hospital Guangzhou menjelaskan bahwa terapi ini bekerja dengan cara memasukkan selang kateter ke pembuluh darah arteri hingga mendekat ke pusat kanker.

Dengan kateter, obat anti kanker lalu disuntikan ke arteri terdekat yang mensuplai darah ke kanker sehingga langsung menyerang pusat tumor dan membuat tumor mengalami serangan yang lebih nyata.

Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.