Ngorok Dibiarkan, Anak Jadi Hiperaktif

Kompas.com - 08/03/2012, 10:34 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara mendengkur dengan hiperaktivitas dan ADHD. Sebuah artikel baru pada jurnal SLEEP mengatakan bahwa ngorok (mendengkur lebih dari separuh waktu tidur) lebih sering ditemui pada anak-anak yang telah terdiagnosa dengan ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder). Dan setelah dilakukan perawatan, 25% dari anak-anak tersebut tak masuk dalam kriteria ADHD lagi.

Penelitian lain yang dimuat jurnal Pediatric Pulmonology menyebutkan bahwa anak-anak mendengkur yang terdiagnosa dengan sleep apnea, didapati mengalami kemunduran fungsi-fungsi kognitif, konsentrasi, pemahaman verbal serta gangguan-gangguan perilaku lainnya. Setahun setelah perawatan, didapati perubahan bermakna pada perilaku dan kualitas hidupnya. Penelitian ini juga mengungkapkan sleep apnea di usia dini dapat mengakibatkan gangguan perilaku jangka panjang. 

Artikel lain dari Journal of the International Neuropsychological Society juga memberikan hasil yang kurang lebih sama. Anak-anak pendengkur yang telah terdiagnosa sleep apnea, setelah dirawat mengalami perbaikan fungsi-fungsi luhur, seperti kemampuan konsentrasi, kemampuan belajar, serta kemampuan mengingat.

Sleep Apnea

Mendengkur pada anak, merupakan salah satu tanda dari sleep apnea, atau henti nafas saat tidur. Akibat sempitnya saluran nafas, secara periodik, saluran tersebut menyempit saat tidur. Akibatnya, aliran udara masuk dan keluar akan terganggu. Mekanisme sesak berkala ini juga membangunkan otak dari tidur, sehingga kualitas tidur pun buruk. Namun tak semua mendengkur itu berbahaya, hanya yang menyebabkan gangguan nafas saja yang perlu dirawat. Untuk membedakan dengkur biasa dengan sleep apnea, dibutuhkan pemeriksaan tidur di laboratorium tidur. Sebuah pemeriksaan yang terkesan rumit namun sebenarnya amat sederhana.

ADHD

ADHD, atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan psikologis yang paling sering ditemui pada anak usia sekolah. Gejala utama ADHD adalah hiperaktivitas, kesulitan mempertahankan konsentrasi, serta impulsifitas. Menurut data CDC, di Amerika ADHD diderita oleh 5,2 juta anak berusia 3-17 tahun. Artinya 8,4% dari populasi. Para ahli, kini mulai menyadari hubungan erat antara gangguan nafas saat tidur dan kualitas tidur, dengan perkembangan dan perilaku anak. American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan menyatakan, gangguan perilaku anak merupakan gejala dan juga akibat dari sleep apnea yang tak dirawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah penelitian jangka panjang bahkan menunjukkan bahwa anak-anak yang mendengkur, dalam waktu 4 tahun, memiliki risiko 4x lipat untuk menjadi hiperaktif.

Dari mendengkur ke gangguan perilaku

Laporan dari European Sleep Research Society memberikan sedikit pencerahan tentang hubungan antara sleep apnea dengan gangguan perilaku anak. Karena henti nafas berulang, otak akan terbangun-bangun dari tidur tanpa terjaga hingga kualitas tidur buruk. Penderita akan bangun tak segar dan terus mengantuk. Kantuk yang dialami bukanlah kantuk biasa, namun kantuk berlebihan. Untuk melawan rasa kantuk, seorang anak malah menjadi hiperaktif. Lebih jauh, proses tidur yang terpotong-potong dan turunnya kadar oksigen mengganggu efek restoratif tidur.

Akibat lanjutannya adalah rusaknya sel-sel pada sistem saraf pusat. Area prefrontal dari permukaan otak jadi terganggu. Ini adalah area dimana fungsi-fungsi luhur seperti kemampuan kognitif bekerja. Akibat buruk mendengkur bukan hanya mempengaruhi masa kanak-kanak saja. Remaja dengan performa buruk dilaporkan 2,8 kali lipat lebih banyak yang mendengkur di masa kanak-kanaknya, dibanding remaja dengan prestasi baik.

Akhir kata, jika Anda sebagai orang tua menemukan anak mendengkur keras dan mulai menampakkan gejala-gejala hiperaktif, segera konsultasikan dengan dokter anak. Untuk selanjutnya akan diperiksakan ke Sleep Disorder Clinic untuk menjalani pemeriksaan tidur. Perawatan sleep apnea, akan memperbaiki kesehatan, kebugaran dan prestasi anak. Pemeriksaan dan perawatan dengkur pada anak, akan menyelamatkan masa depannya. Masa depan anak yang baik juga akan menjamin masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

9 Jenis Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil

Health
Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.