Jika Bayi Alergi dengan Puree Buah

Kompas.com - 20/03/2012, 16:11 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Untuk mencegah anak pilih-pilih makanan dan enggan makan buah dan sayur ketika bertambah besar, Melanie Putria memperkenalkan anak pada buah-buahan sejak dini. Mantan Puteri Indonesia 2002 ini biasa mengolah buah-buahan dalam bentuk puree (buah atau sayur yang dihaluskan) dan dicampur dengan ASI. Pencampuran ini bertujuan untuk mengenalkan rasa buah yang pada dasarnya mirip ASI, sehingga lidah anak tidak kaget.

"Untuk satu jenis buah diperkenalkan dan diberikan selama minimal tiga hari, baru diganti dengan jenis buah lainnya," ujar Melanie, di sela acara "Buavita Fruit Does You Good" di Birdcage, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2012) lalu.

Pembatasan hari untuk makan buah ini bertujuan untuk memberikan waktu kepada tubuh mengeluarkan reaksi alergi. Jika selama tiga hari tersebut anak tidak mengalami reaksi alergi seperti ruam, diare, atau konstipasi, berarti buah tersebut aman dikonsumsi oleh anak.

Sebagai ibu mud yang belum berpengalaman, Melanie mengaku sempat tak terlalu memperhatikan reaksi alergi Sheemar, putranya, usai diberi puree buah. Pada awal pemberian buah, Melanie memberikan puree buah jeruk untuk Sheemar. Tak lama, sang anak memuntahkan makanannya, dan menolak untuk makan lagi. Namun Melanie menganggap kejadian tersebut hanyalah reaksi penolakan biasa dari sang anak, dan kembali memberikan makanan tersebut. Belakangan, Sheemar mengalami ruam-ruam di tubuhnya karena alergi.

Kini Melanie memiliki cara khusus untuk mengatasi reaksi alergi sang anak, agar di kemudian hari tidak mengalami alergi pada satu jenis buah tertentu. "Saya biasanya melakukan sistem tarik ulur, dimana ketika anak kelihatan alergi pada satu buah, untuk sementara (pemberian buah) dihentikan dulu. Kemudian saya coba lagi memberikan buah tersebut setelah tiga bulan," tukasnya.

Sebenarnya alergi merupakan reaksi yang normal karena pencernaan anak belum sempurna seperti orang dewasa, sehingga tidak mampu menyantap semua jenis buah. Namun dalam perkembangannya, anak akan mampu menerima semua jenis buah.

Agar anak suka buah
Orangtua sebenarnya punya andil besar agar anak senang makan buah. "Banyak orang bilang, anak saya suka buah karena orangtuanya suka buah, dan semasa hamil juga semakin gila dengan buah," tutur Melanie, yang memang sangat menggemari buah-buahan.

Semasa hamil, anak akan makan semua makanan yang dikonsumsi sang ibu. Maka jika ibu senang makan buah, secara tak langsung bayi di dalam kandungan juga sudah mengenal buah.

Mengonsumsi buah jangan dihentikan begitu Anda melahirkan. Usahakan tetap makan buah selagi menyusui. Semua sari buah ini akan terbawa dalam air susu ibu, dan anak akan merasakan manfaat buah yang disantap ibunya. Namun cara yang paling baik untuk membuat anak suka makan buah adalah dengan memberi contoh pada anak.

"Sampai dua tahun adalah masa emas bagi anak-anak untuk meniru perilaku orangtuanya. Maka sebisa mungkin ajak anak untuk makan buah dengan cara yang menyenangkan. Kalau kita makan apel, cobalah untuk memberikan sepotong kecil apel pada mereka," sarannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.