Inilah Bakteri Mulut Penyebab Sakit Jantung

Kompas.com - 26/03/2012, 12:05 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ada banyak bakteri yang hidup di mulut kita, salah satunya adalah Streptococcus gordonii. Sebuah riset terbaru menemukan bahwa,  bakteri Streptococcus gordonii yang masuk ke dalam aliran darah dapat menyebabkan pembekuan darah dan memicu endokarditis (peradangan pada lapisan dalam jantung).

Demikian hasil riset yang dipresentasikan para ilmuwan dari Royal College of Surgeons dalam Society for General Microbiology Spring Conference, Dublin Irlandia pekan ini.

Streptococcus gordonii merupakan jenis bakteri yang ada di dalam mulut dan memiliki kontribusi dalam pembentukan plak pada permukaan gigi. Jika bakteri itu masuk ke dalam aliran darah melalui gusi yang berdarah, mereka akan mendatangkan malapetaka dengan menyamar sebagai protein manusia.

Peneliti dari Royal College of Surgeons, Irlandia (RCSI) dan University of Bristol telah menemukan bahwa S. gordonii mampu menghasilkan molekul yang meniru fibrinogen protein manusia, dan menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Penggumpalan trombosit dapat menyebabkan endokarditis atau peradangan pembuluh darah yang dapat menghentikan suplai darah ke jantung dan otak.

Dr Helen Petersen, mengatakan, dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara bakteri dan risiko pembekuan darah, hal ini bisa membantu khususnya dalam melakukan pengobatan endokarditis infektif. Endokarditis infektif adalah infeksi pada katup-katup jantung, yang biasanya disebabkan oleh bakteri.

"Sekitar 30 persen orang dengan endokarditis infektif akan mati dan sebagian besar memerlukan operasi penggantian katup jantung yang telah terinfeksi, dengan katup yang terbuat dari logam atau hewan," kata Dr Petersen.

"Tim kami kini telah mengidentifikasi komponen-komponen dari molekul S. gordonii yang meniru fibrinogen, sehingga kita semakin dekat untuk dapat merancang senyawa baru untuk menghambatnya. Hal ini akan mencegah stimulasi pembekuan darah yang tidak diinginkan," sambung Dr Steve Kerrigan dari RCSI.

Selain itu, peneliti secara lebih luas juga turut mengamati bakteri lain pada plak gigi yang mungkin memiliki efek mirip dengan S. Gordonii. "Kami juga mencoba mempelajari sifat bakteri lain yang memiliki hubungan dengan S. gordonii. Temuan kami jelas menunjukkan betapa pentingnya untuk menjaga mulut kebersihan dan kesehatan gigi dengan menyikat gigi secara teratur," tegas Dr Petersen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.