Cegah Kanker Lewat Gaya Hidup Sehat

Kompas.com - 28/03/2012, 02:35 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Gaya hidup sehat, seperti olahraga dan makan makanan bergizi dalam jumlah cukup, tidak berlebihan, bisa mencegah kanker hati.

Prof Laurentius A Lesmana, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Selasa (27/3), di Jakarta, mengatakan, kegemukan, faktor genetik, dan resistensi insulin berkontribusi pada penumpukan lemak di hati. Ini menyebabkan pembengkakan hati dan fibrosis serta bisa menjadi sirosis (pengerasan hati).

Berdasarkan data yang dihimpunnya di RS Cipto Mangunkusumo tahun 2009, kanker hati disebabkan virus hepatitis B (47 persen), virus hepatitis C (17 persen), bukan oleh virus (34 persen). Di RS Medistra tahun 2010, kanker hati disebabkan virus hepatitis B (43,7 persen), virus hepatitis C (26,2 persen), bukan oleh virus (30,2 persen). Di RS Dharmais tahun 2010, kanker hati disebabkan virus hepatitis B (50 persen), virus hepatitis C (15,3 persen), dan bukan virus (21 persen).

Ia menduga, kanker hati bukan disebabkan virus dipicu gaya hidup tak sehat. ”Selain menerapkan pola hidup sehat, pencegahan primer juga bisa dilakukan dengan imunisasi hepatitis B dan menghindari narkoba, terutama penggunaan jarum suntik tidak steril untuk mencegah penularan virus hepatitis C,” katanya dalam diskusi terbatas media dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Bayer terkait kanker hati.

Diskusi menghadirkan pasien kanker hati. Salah satunya, Haris Rahmanto (49), warga Jayapura, Papua, yang 15 bulan ini menjalani pengobatan. ”Saya diminta menghindari makanan laut, seperti udang dan kepiting, daging bakar, durian, nanas, serta sayur kol dan sawi. Selain itu, tidur juga sebelum jam 10 malam,” ujar Haris.

Haris adalah peserta program NexPAP (Patients Assistance Program) YKI untuk program obat murah dari obat kanker bertarget molekuler sorafenib.

Dieta Parengkuan, Kepala Bagian Obat Sitostatika YKI, mengatakan, NexPAP Oktober 2008-September 2011 membantu 60 pasien kanker hati.

Di Indonesia, sebagian besar pasien kanker hati terdiagnosis pada stadium menengah hingga lanjut. Ini karena gejala jarang muncul pada stadium awal.

Gejala kanker hati antara lain nyeri dan benjolan di perut kanan atas, kembung, nafsu makan turun, perut terasa penuh, berat badan turun drastis, badan lesu, mual dan muntah, kulit dan mata berwarna kuning, tinja berwarna pucat, dan air seni berwarna gelap. (ICH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.