Donor Darah untuk Kemanusiaan

Kompas.com - 03/04/2012, 02:21 WIB
Editor

Maret merupakan bulan yang dinantikan warga IAIN Walisongo, Semarang, untuk merayakan Dies Natalis ke-42. Sejumlah kegiatan, seperti jalan sehat, lomba olahraga dan seni, karya ilmiah, serta bazar buku, digelar sejak 16 Maret.

Korps Sukarela (KSR) PMI Unit IAIN Walisongo pun tak ingin ketinggalan. Bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat Semarang dan PMI Kota Semarang, mereka mengadakan donor darah sukarela, Rabu (28/3), di Poliklinik Kampus I, Gedung N Kampus II, dan di depan Perpustakaan Kampus III Kampus IAIN Walisongo.

Untuk menarik minat sukarelawan, panitia memberi tanda mata bagi 30 pendonor pertama di masing-masing kampus. Panitia juga menggelar pengobatan gratis bagi pendonor dan uji laboratorium dari darah yang didonorkan.

Berbagai kegiatan tersebut sekaligus untuk menyambut Hari Kesehatan Internasional. Ketua KSR Unit IAIN Walisongo Dian Maulana Zuhdi mengatakan, kegiatan donor darah ini bertujuan membantu sesama tanpa pamrih seperti yang telah berjalan selama ini.

”Jangan lupa, saat mendonorkan darah, otomatis kesehatan pendonor akan meningkat karena sel darah dalam tubuh mengalami pembaruan,” ungkap Dian.

Peduli sesama

Kegiatan donor darah ini akan digelar tiga kali dalam setahun. Kerja sama antara KSR, PMI, dan LPM harus diagendakan dalam rangka kepedulian terhadap sesama.

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam, sebanyak 130 orang dari elemen kampus dan masyarakat mendonorkan darah. Sikap mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sesuai dengan tema ”Setetes Darah Anda Memberikan Harapan Orang untuk Tetap Hidup”. ”Seharusnya lebih sering digelar mahasiswa ataupun birokrasi kampus karena sangat bermanfaat bagi pendonor dan masyarakat,” tutur M Khasanudin, salah satu pendonor.

Donor darah yang digawangi KSR PMI Unit IAIN Walisongo dan LPM Semarang itu diharapkan mampu menggugah masyarakat Semarang dalam menumbuhkan rasa solidaritas. Timbul kepedulian antarsesama sehingga krisis darah yang terjadi dapat teratasi.

Dokter Indah, salah satu petugas medis donor darah, mengatakan, tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. ”Pendonor harus berusia 17 tahun ke atas, sehat jasmani dan rohani, minimal memiliki berat badan 45 kilogram,” paparnya.

Selain itu, pendonor harus diperiksa tekanan darah dan hemoglobinnya (Hb). Setelah pemeriksaan Hb, peserta diperiksa golongan darahnya. Jika semua persyaratan terpenuhi, calon pendonor dapat mendonorkan darah.

Pada dasarnya, donor darah bisa dilakukan di pusat donor darah, seperti puskesmas dan rumah sakit. Donor darah merupakan proses saat pendonor secara sukarela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah dan sewaktu-waktu dipakai untuk transfusi darah.

Hamidulloh Ibda Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo dan Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam IAIN Walisongo Semarang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.