Gangguan Bipolar Perlu Terapi Akurat

Kompas.com - 27/04/2012, 08:21 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA,KOMPAS.com - Meskipun bipolar termasuk gangguan kejiwaan yang bersifat kronik, serius dan sering berpotensi fatal (bunuh diri), gangguan ini sesungguhnya dapat dikendalikan. Edukasi, deteksi dini dan dignosis tepat serta terapi yang tepat dan optimal dapat memperbaiki kualitas hidup penderita dengan gangguan ini.

Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Tuti Wahmurti A.S., SpKJ (K), perwakilan Majelis Kehormatan Profesi PDSKJI, saat acara seminar media Gangguan Bipolar: Dapatkah Dikendalikan?, Rabu, (25/4/2012), di Jakarta.

"Gangguan harus dikendalikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan tatalaksana pengobatan yang benar," katanya.

Menurut Tuti, penundaan dalam diagnosis dan perawatan yang tepat akan mengakibatkan penderita mengalami depresi berat. Penderita gangguan bipolar (GB) dengan depresi berat tidak hanya akan menunjukkan perilaku yang membahayakan untuk diri pasien tetapi juga berbahaya bagi orang lain.

Deteksi dini GB dapat dilakukan dengan menggunakan The Mood Disorder Questionaire (MDQ) dengan melihat gejala-gejala pasien, seperti misalnya perasaan gembira yang berlebihan, kepercayaan diri tinggi, banyak bicara, energik, aktif, memiliki perilaku berisiko, lebih tertarik terhadap seksualitas dan boros.

"Penyebab gangguan bipolar bersifat multifaktorial yang mencakup faktor genetik, biologi otak, serta peristiwa kehidupan yang menimbulkan stres," katanya.

 

Fase Terapi

Tuti mengungkapkan, pengobatan pada GB secara langsung terkait pada fase episodenya. Ada 5 fase perubahan mood pada pasien GB seperti depresi, campuran, eutimia, manik, dan hipomanik. Apabila seseorang dengan depresi yang ekstrim dan menunjukkan perilaku bunuh diri maka diperlukan rawat inap. Sebaliknya, jika hanya depresi ringan dan masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari bisa diobati dengan rawat jalan.

"Strategi terapinya disesuaikan dengan kondisi pasien. Ada fase terapi akut, terapi berkelanjuan dan fase pemeliharaan," ujarnya.

Masing-masing fase terapi mempunyai tujuan. Tujuan fase terapi akut adalah secepatnya mengendalikan gejala-gejala sehingga tercapai perbaikan. Pada fase ini penting sekali pemberian obat mood stabilizer dan psikoedukasi tentang GB. Fase terapi berkelanjutan memerlukan waktu sekitar 2-6 bulan, namun bisa lebih singkat atau lebih lama tergantung dari sifat individunya.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.