Merasa Tak Ada Keluhan, Perempuan Enggan Periksa Serviks

Kompas.com - 28/04/2012, 21:28 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di negara berkembang. Perempuan bisa melakukan pencegahan dengan melakukan deteksi dini. Namun banyak perempuan yang tidak memahami bagaimana caranya, dan tidak mengetahui info medis yang lebih spesifik mengenai langkah pencegahan kanker serviks ini.

Sandrina Malakianio, Duta Kampanye Pencegahan Kanker Serviks dari Yayasan Kanker Indonesia, mengatakan kesadaran untuk memeriksakan kesehatan reproduksi perempuan masih perlu ditumbuhkan. Forum edukasi mengenai kanker serviks termasuk cara pencegahannya juga perlu ditingkatkan.

Menurutnya, salah satu kendala yang membuat perempuan belum tergerak memeriksakan diri untuk mencegah kanker serviks adalah karena merasa tidak mengalami gangguan atau keluhan.

"Perempuan seringkali merasa tidak ada keluhan atau malu untuk memeriksakan diri. Akhirnya perempuan mengetahui dirinya terkena kanker serviks saat kondisinya parah. Bila terinfeksi virus HPV, tidak menimbulkan keluhan sampai dengan kanker sudah pada stadium dua," jelasnya kepada Kompas Female di sela perayaan Hari Kartini diadakan Hijabersmom Community di Citywalk Jakarta, Sabtu (28/4/2012).

Perempuan juga kerap merasa takut memeriksakan diri, termasuk melakukan tes pap smear sebagai langkah awal untuk mengetahui ada tidaknya risiko kanker atau gangguan lainnya. Ketakutan berasal dari pemahaman yang keliru mengenai proses pemeriksaan yang kerap dianggap menyakitkan. Selain itu perempuan juga kerap menunda pemeriksaan, lantaran takut akan hasilnya nanti.

"Kalau menjalani hidup baik, tidak ada yang perlu ditakuti. Justru kalau tahu lebih awal kanker bisa lebih mudah ditangani," ungkapnya.

Pemeriksaan tahap awal bisa dengan melakukan tes pap smear. Jika hasil tes pap smear tidak menunjukkan adanya gangguan, Anda bisa melakukan vaksin. Sandrina menjelaskan, tes pap smear sebaiknya dilakukan setiap tahun, namun jika dalam tiga tahun berturut-turut tidak ada gangguan apa pun, tes pap smear boleh dilakukan dua tahun sekali.

"Vaksin bisa dilakukan kapan saja sebagai langkah pencegahan, kecuali saat hamil. Suntikan vaksin dilakukan berkala. Dari vaksin pertama, ada jeda dua bulan untuk suntikan vaksin kedua lalu diulangi lagi pada bulan keenam," jelas Sandrina yang telah menjadi Duta Kampanye Pencegahan Kanker Serviks lebih dari lima tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.