Peluang Hamil Alami Meski Program IVF Gagal

Kompas.com - 07/05/2012, 17:35 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Prosedur In Vitro Fertilization, atau bayi tabung, menjadi salah satu solusi untuk pasangan yang mengalami masalah infertilitas. Peluang keberhasilan prosedur ini memang tidak 100 persen. Artinya, kehamilan yang diharapkan mungkin saja tidak berhasil meskipun pasangan sudah melakukan persiapan yang matang.

Meski begitu, penelitian terbaru dari INSERM, institut riset medis dari Perancis, mengungkapkan, kegagalan menjalani program bayi tabung masih memungkinkan pasangan untuk hamil secara alami sesudahnya. Hal ini dialami oleh pasangan yang sudah memiliki anak melalui program IVF sebelumnya, atau pasangan yang mendapatkan anak pertamanya secara natural setelah sebelumnya mengalami kegagalan dalam program IVF.

"Kebanyakan pasangan infertil mengira mereka tidak mampu hamil secara spontan, namun studi kami menunjukkan bahwa hal ini tetap mungkin," tutur Dr Penelope Troude dari INSERM. "Riset kami memberikan harapan bagi pasangan yang sebelumnya tidak sukses dengan program IVF."

Dalam penelitian mereka, banyak pasangan yang masih dalam daftar tunggu perawatan IVF ternyata malah membatalkan program tersebut karena sudah berhasil hamil tanpa menjalani program. Inilah yang disebut dokter sebagai kehamilan spontan.

Troude dan timnya menganalisa pengalaman 2.100 pasangan yang mulai menjalani perawatan kesuburan di Perancis pada awal 2000-an. Sekitar 1.300 pasangan akhirnya berhasil hamil dengan bantuan program bayi tabung. Delapan sampai 10 tahun kemudian, para pasangan diminta melaporkan kembali apakah mereka sudah memiliki anak setelah menjalani perawatan tersebut. Di antara pasangan yang program bayi tabungnya berhasil, 17 persen di antaranya kembali mempunyai anak tanpa bantuan program ini. Lalu 24 persen pasangan yang sebelumnya gagal dengan programnya, ternyata mengalami kehamilan spontan.

"Perlu dipikirkan bahwa mengalami ketidaksuburan tidak berarti tak punya peluang untuk hamil, hanya saja peluangnya rendah atau sangat rendah," ujar Troude.

Kecenderungan ini sebenarnya dipengaruhi oleh perilaku pasangan. Pasangan yang sukses sudah mempunyai anak biasanya lalu menggunakan alat kontrasepsi. Pria dan wanita yang usianya lebih muda memiliki peluang lebih besar untuk hamil secara alami, begitu pula pasangan yang penyebab ketidaksuburannya tidak diketahui, demikian menurut Dr Johannes Evers, profesor kandungan dan kebidanan dari Maastricht University Medical Center di Belanda. Contohnya, di antara wanita di bawah 35 tahun dengan masalah ketidaksuburan yang tidak jelas, 45 persennya berhasil hamil setelah gagal menjalani IVF.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketidaksuburan bisa disebabkan oleh masalah hormonal atau jumlah sperma yang rendah, namun penyebab tersebut tidak ditemukan pada 12-13 persen pasangan yang disurvei. Penyebab infertilitas yang tidak diketahui merupakan tanda bahwa pasangan masih punya peluang untuk hamil secara alami, dibandingkan dengan mereka yang punya alasan yang jelas mengapa sulit hamil.

Seperti Anda ketahui, program bayi tabung membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan umumnya tidak ditanggung oleh asuransi. Namun penemuan ini akan memberi harapan bagi para pasangan, bahwa kegagalan program bayi tabung tidak berarti akhir dari segalanya. Terutama, jika penyebab kesulitan Anda untuk hamil tidak diketahui.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gangrene

Gangrene

Penyakit
7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

7 Penyebab Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu

Health
Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi

Penyakit
Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Kenali Apa itu Prostatitis, Penyakit Prostat yang Rawan Menyerang Pria

Health
Klaustrofobia

Klaustrofobia

Penyakit
Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.