Video Ini Ungkap Ironi Rokok di Indonesia

Kompas.com - 31/05/2012, 16:24 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Fakta mengenai bisnis dan penetrasi rokok di Indonesia pernah diungkap dalam sebuah liputan khusus yang disajikan Current TV, sebuah jaringan media yang berpusat di Amerika Serikat pada pertengahan 2010. Liputan bertajuk "Sex, Lies & Cigarettes': Vanguard Sneak Peek" ini juga diunggah di situs Youtube dalam video berdurasi sekitar 42 menit. 

Dalam video tersebut, koresponden Christof Putzel mengungkap berbagai sisi dan fakta mengenai konsumsi rokok di Indonesia, serta gencarnya promosi rokok yang dilakukan oleh pabrik rokok. Dalam Konferensi Dunia untuk Tembakau 2010, koresponden Putzel berhasil menyelinap dan melakukan pembicaraan dengan karyawan perusahaan tembakau.

Ia juga melakukan wawancara dan investigasi langsung mengenai bocah perokok yang pernah menghebohkan serta memaparkan mengenai fakta-fakta cengkraman bisnis tembakau global di Indonesia.

Video ini juga disharing oleh Yayasan Jantung Indonesia melalui Komisi Nasional Pengendalian Tembakau untuk kepentingan edukasi mengenai bahaya rokok. Nah untuk lengkapnya, simak video berikut ini :

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.