Kompas.com - 11/06/2012, 11:36 WIB
EditorAsep Candra

"Seorang laki-laki usia 40 tahun mengeluh sering merasakan tidak nyaman di daerah perutnya. Kalau sedang tidak nyaman pasien sering merasa mulas dan ingin buang air besar. Hal itu semakin diperparah biasanya jika pasien sedang dalam kondisi cemas atau tegang. Pengobatan ke dokter penyakit dalam sudah dilakukan, pemberian obat-obat maag sudah diberikan, tetapi hasilnya belum baik. Ini yang membuat akhirnya pasien datang menemui saya di tempat praktek"

Irritable Bowel Syndrome atau yang sering disingkat IBS adalah suatu kondisi gangguan perut yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di daerah perut, yang disertai dengan gejala-gejala episodik perasaan sulit buang air besar (konstipasi) dan atau diare. IBS sering kali disebut sebagai suatu kumpulan keluhan dan bukan penyakit maag tertentu. Kembung, banyak gas dan perasaan tidak nyaman adalah keluhan yang paling sering dialami pasien selain diare dan sulit buang air besar.

Label "IBS" sering digunakan ketika pemeriksaan laboratorium atau penunjang lain seperti USG atau endoskopi tidak merujuk pada diagnosis spesifik untuk menjelaskan gejala yang ada. IBS biasanya kronis, dan membuat masalah dalam kehidupan pasien yang nyata

IBS Terkait dengan Kecemasan dan Depresi

Stres dan kecemasan telah terbukti mengganggu fungsi pencernaan. Diperkirakan bahwa hingga 60% orang yang mencari perawatan medis untuk IBS juga melaporkan kecemasan dan atau gangguan mood. Beberapa penelitian mengatakan pasien gangguan panik sebagai salah satu tipe gangguan kecemasan yang paling sering dialami mempunyai kerentanan mengalami IBS antara 25-40%.

Beberapa peneliti percaya bahwa orang dengan IBS yang sensitif terhadap bahan kimia stres tertentu, sehingga respon berlebihan dari usus besar. Beberapa hal yang memperburuk gangguan panik juga dapat memperburuk gejala IBS. Misalnya, stres, alkohol dan kafein cenderung memicu serangan panik dan telah juga dikaitkan dengan gejala IBS meningkat. Untuk itu perlu penanganan kasus IBS bersama dengan psikiater yang memahami kondisi hubungan antara stres dan gangguan perut yang dialami.

Tip untuk mengelola gejala IBS

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Memilih Makananan Yang Benar

Sering kali, gejala IBS diperburuk oleh makanan atau minuman tertentu. Ini sering disebut "memicu", dan mereka berbeda untuk setiap orang. Pemicu umum yang telah terbukti dapat meningkatkan gejala IBS, meliputi : minuman dan makanan yang mengandung kafein, Alkohol, sayuran mentah, kulit di buah, Makanan tinggi lemak, minuman bersoda, produk susu. Mungkin tidak semua orang mengalami gejala-gejala IBS dengan pemicu makanan yang sama. untuk itu anda perlu mengatur menu harian anda dan melihat apakah ada makanan tertentu yang lebih mudah memicu terjadinya IBS anda.

2. Mengelola Stres

Stres yang berlebihan telah dikaitkan dengan gejala IBS meningkat dan peningkatan gejala gangguan panik. Relaksasi dan meditasi mindfulness telah banyak dilakukan untuk mengurangi stres yang berlebihan. Pasien dengan keluhan IBS juga perlu untuk mengatasi dan beradaptasi dengan stres yang dialami oleh dirinya. Reaksi stres yang berlebihan perlu diingat akan memudahkan terjadinya IBS pada diri pasien.

3. Berkunjung ke Psikiater

Sering kali pengobatan IBS oleh dokter menggunakan obat penenang dalam salah satu obatnya. Biasanya yang diberikan adalah golongan benzodiazepine. Perlu selalu diingat akan adanya potensi ketergantungan dan toleransi (dosis obat meningkat karena efeknya sudah tidak didapatkan lagi dengan dosis awal) dalam pemakaian obat jenis penenang benzodiazepine. Penggunaan obat yang rasional sangat diperlukan apalagi IBS adalah penyakit yang kronis dan berulang. Pasien yang mengalami IBS bisa melakukan konsultasi kepada psikiater berhubungan dengan hal-hal yang memicu stresnya dan juga bagaimana mengobati gangguan panik atau gangguan kecemasan lainnya yang sering berbarengan terjadinya pada pasien dengan gangguan IBS. Terapi yang tepat pada pasien secara psikiatri akan memperbaiki kondisi medis umum terkait IBS-nya.

Intinya adalah sebagai salah satu keluhan psikosomatik, maka IBS adalah salah satu kumpulan gejala sakit yang sangat erat hubungannya dengan aspek psikologis orang yang mengalaminya. Terapi pengobatan yang interdisiplin dan meliputi semua aspek akan sangat baik bagi penyelesaian kasus IBS dalam praktek sehari-hari.

Salam sehat jiwa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

14 Gejala Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.