Kompas.com - 12/06/2012, 14:02 WIB
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebanyak 59 persen penduduk Indonesia ternyata rajin mengonsumsi jamu. Mereka yang minum sebanyak 95,6 persen merasakan manfaatnya bagi kesehatan.  Karena itu, industri jamu harus terus didorong.

Demikian dikatakan Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia Charles Saerang, dalam acara media gathering, yang diselenggarakan PT Sinde Budi Santoso, di Jakarta, Selasa (12/6/2012).

"Di tengah serbuan beragam obat kesehatan modern, jamu hadir sebagai salah satu produk unggulan nasional, yang mendapat sambutan positif masyarakat. Potensi pasar domestik bisa mencapai Rp 25 triliun per tahun," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor obat tradisional dan herbal sepanjang tahun 2011 tercatat 40,5 juta dollar AS. Amerika, Malaysia, dan Korea Selatan menjadi tiga negara terbesar pemasok obat tradisional dan herbal di pasar domestik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.