Masyarakat Harus Jeli Kenali Obat Palsu

Kompas.com - 13/06/2012, 17:13 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan semakin majunya perkembangan teknologi, apa pun bisa diciptakan. Tidak hanya uang palsu, obat palsu pun sekarang dapat dengan mudah diracik mirip dengan aslinya. Secara kasat mata, sulit  membedakan mana obat yang palsu dan mana yang asli. Untuk mengetahuinya, hanya bisa dipastikan melalui uji laboratorium.

Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapeutik dan PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roland Hutapea mengimbau masyarakat untuk lebih jeli saat membeli obat. Periksa dengan teliti kemasan agar tidak tertipu dan terjebak konsumsi obat ilegal.. "Karena seringkali cetakannya, kemasan, dan atribut-atributnya hampir sama dengan yang asli. Kita pun terkadang sulit untuk bisa membedakannya," ujarnya saat talkshow  'Supaya Terhindar Obat Palsu', Rabu, (13/6/2012), di Gedung (BPOM) Jakarta.

Obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh pihak yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produk obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar. Roland mengungkapkan, obat bisa diibarat sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi bisa memberikan kesembuhan, namun disisi lain bisa menimbulkan efek samping yang merugikan bila tidak digunakan secara tepat.

Selain masalah obat palsu, penggunaan obat yang tidak benar masih banyak ditemukan di masyarakat Indonesia, hal tersebut salah satunya dipicu karena faktor ekonomi. "Obat adalah salah satu produk yang paling ketat diawasi karena nyawa taruhannya," ujarnya.

Roland mengatakan, Badan POM mempunyai tanggungjawab mengkaji obat sebelum diedarkan sampai ada keputusan bahwa manfaat yang diperoleh dari obat itu lebih besar dari risikonya. Setelah diedarkan, BPOM masih melakukan pengawasan post market untuk memastikan manfaat, keamanan, mutu produk obat yang sudah beredar.

Ia menerangkan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari obat palsu. Pertama, belilah obat-obatan pada sarana resmi seperti apotek untuk obat resep dokter, obat bebas terbatas, dan obat bebas. Kedua, jangan membeli obat dengan resep dokter pada sarana toko obat berizin dan toko obat lainnya.

Ketiga, perhatikan kemasan obat pada saat membeli dengan memperhatikan nomor izin edar pada kemasan obat, melihat tanggal kedaluarsa, memeriksa kualitas fisik dan keamanan kemasan obat, memeriksa nama dan alamat produsen apakah tercantum dengan jelas, dan baca keterangan mengenai obat pada brosur kemasan obat.

"Jangan mudah terpedaya dengan harga obat yang murah," tegasnya.

Roland menambahkan, untuk memutus mata rantai pemasokan obat palsu, ada beberapa upaya yang masih harus dilakukan, di antaranya, menyusun peraturan perundang-undangan, pengamanan jalur ilegal, penyidikan untuk menjerat pelaku, penegakan hukum dan peningkatan koordinasi dengan stakeholder.

"Diperlukan edukasi yang tepat bagi masyarakat tentang cara memilih obat yang aman, bermutu dan berkhasiat agar masyarakat lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan mengonsumsi obat sehingga terhindar dari efek yang tidak diinginkan," terangnya.

Jika menemukan kejanggalan tertentu di kemasan obat, konsumen dapat mengadukan temuan itu ke unit layanan pengaduan konsumen BPOM di Jalan Percetakan Negara Nomor 23, Jakarta Pusat, atau menghubungi nomor telepon 426333. Konsumen juga dapat mengirim surat elektronik ke ulpk@pom.go.id atau mengadukan ke Balai POM di masing-masing daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.