Kemenkes Jamin Ketersediaan Obat ARV

Kompas.com - 21/06/2012, 17:53 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan menjamin ketersediaan obat antiretroviral atau ARV untuk pasien HIV/AIDS. Antiretroviral (ARV) adalah obat  yang tidak menyembuhkan penderita AIDS melainkan hanya menekan dan mengendalikan jumlah virus HIV dalam tubuh penderita.

"Untuk stok ARV, kita sudah hitung dan cukup untuk bisa mengcover seluruh pasien ODHA yang membutuhkan ARV," ujar Kepala Seksi Standardisasi Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan Endang Budi Hastuti, saat menghadiri peluncuran Pedoman dan Modul Pencegahn Positif, Kamis, (21/6/2012) di Jakarta.

Pengadaan obat ARV, kata Endang, masih dipusatkan di Kementerian Kesehatan dan sampai saat ini disubsidi penuh oleh pemerintah. Distribusinya juga masih dipusatkan dan dikirimkan langsung ke layanan yang membutuhkan sesuai dengan permintaan layanan.

Pemusatan ini, lanjut Endang, dilakukan untuk memudahkan pemantauaan penggunaan dan ketersediaan obat di layanan, mengingat karakteristik penyakit dan konsumsi obat ARV yang spesifik, dimana obat harus dikonsumsi tepat waktu dan seumur hidup.

"Mungkin perbaikan ke depannya adalah, lebih kepada ketersediaan di rumah sakit, seperti distribusi dan alur permintaan dari rumah sakit ke kita," ujarnya.

Untuk memudahkan pengawasan dan pelaporan distribusi obat, telah ditetapkan alur distribusi pelaporan dan permintaan obat dimana setiap bulan Rumah Sakit harus membuat laporan pemakaian obat dan permintaan obat dengan menggunakan  laporan bulanan. Selain itu, jumlah obat yang diminta adalah kebutuhan untuk satu bulan dan dua bulan stok cadangan dengan mempertimbangkan stok akhir. Sehingga di rumah sakit harus tersedia persediaan obat selama 3 bulan.

"Beberapa rumah sakit kadang nggak aware atau mungkin karena pasien sedikit, jadi dia minta nya tidak untuk tiga bulan. Padahal, rumah sakit itu diharapkan meminta obat ke kita untuk stok 3 bulan kedepan supaya aman," ujarnya.

Obat ARV harus diminum setiap hari dengan dosis dan waktu yang selalu tepat dan terus dikonsumsi seumur hidup. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi ARV dapat menimbulkan resistensi.

HIV/AIDS telah menjadi momok yang menakutkan bagi dunia. Di Indonesia, jumlah kasus HIV/AIDS terus meningkat. Saat ini, di Indonesia diperkirakan terdapat 170 hingga 210 ribu penduduk yang mengidap HIV/AIDS. Penyakit ini hingga kini belum ditemukan obatnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.