Anggun: Didik Anak dengan Kultur Indonesia

Kompas.com - 29/06/2012, 16:58 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Meski sudah mendulang sukses sebagai artis internasional, dan kerap melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk bernyanyi, ternyata Anggun Cipta Sasmi tak melupakan tugas utamanya sebagai seorang ibu.

"Saya tetap merawat dan mengasuh anak sekalipun bekerja. Karena sejak kecil Kirana sudah biasa saya tinggal bepergian, sehingga tidak ada masalah ketika sekarang saya bekerja," tukas ibu dari Kirana Cipta Montana Sasmi (4,5) kepada Kompas Female, usai acara P&G "Kolaborasi Musik, Sport and Beauty" di Annex Building, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2012) lalu.

Memiliki putri yang masih balita tidak menjadi halangan bagi Anggun untuk tetap berkarier. Ia mengungkapkan bahwa Kirana sangat mengerti akan profesi sang ibu karena sudah diperkenalkan sejak kecil. Ia juga mengaku sangat menikmati momen-momen mengasuh dan merawat putrinya tersebut. "Repot sih pasti, tapi menjadi seorang ibu adalah tugas mulia sehingga ketika semuanya dilakukan dengan senang hati maka semuanya akan terasa menyenangkan," bebernya.

Untuk menyeimbangkan antara karier dan keluarga, perempuan 38 tahun ini berkomitmen untuk tidak terlalu lama meninggalkan keluarganya untuk urusan pekerjaan. Sepuluh hari menjadi batas waktu terlama jika ia harus bepergian untuk bekerja. Sebaliknya, ketika sedang berada di rumah, ia menjadi istri dan ibu seutuhnya. "Saat di rumah saya memaksimalkan waktu bersama keluarga untuk punya quality time, dan saat di rumah hanya fokus mengurus keluarga," tukasnya.

Beri kebebasan pada anak
Sebagai seorang ibu, Anggun menyadari bahwa ia harus mengarahkan dan mendidik anak sebaik-baiknya. Sebisa mungkin ia mengasuh anak sesuai budaya Indonesia. "Saya selalu ajak Kirana bicara bahasa Indonesia, dan ia selalu makan nasi, bukan roti," jelasnya sambil tertawa. Kirana juga diajarkan untuk taat beragama sejak dini. Misalnya, setiap selesai makan, Kirana selalu diajak mengucapkan syukur.

Meski menikah dengan pria berkebangsaan Perancis, Cyril Montana (43), tetapi Anggun mengaku tidak memiliki perbedaan pola asuh terhadap anaknya. Perbedaan budaya dan kultur pengasuhan anak justru dianggapnya sebagai kekayaan keluarga yang dimiliki.

"Di keluarga kami, dua kultur Barat dan Timur membuat kami jadi belajar banyak hal. Ini jadi bekal juga untuk Kirana, karena untuk bicara dengan saya dia bicara bahasa Indonesia, dengan ayahnya bahasa Perancis, dan dengan neneknya menggunakan bahasa Inggris," katanya.

Disadarinya, dunia anak adalah dunia bermain dan penuh rasa ingin tahu yang besar. Karena itu dalam mengasuh Kirana, Anggun berprinsip untuk tidak mengekang dan memaksa anaknya melakukan sesuatu. Perempuan kelahiran 29 April 1974 ini bukan tergolong ibu yang terobsesi memiliki putri yang jenius dan punya banyak bakat. Ia juga membebaskan Kirana untuk memilih bakatnya sendiri, tak harus mengikuti jejaknya sebagai penyanyi atau ayahnya sebagai penulis buku. 

"Bagi saya, selama Kirana belum berusia lima tahun, itu adalah saatnya untuk bermain. Setelah berumur lima tahun, berarti sudah saatnya berhenti bermain dan mulai untuk belajar berbagai hal," bebernya.

Memaksa anak untuk belajar di usia yang masih terlalu kecil dan menjadi "pintar" sesuai obsesi orang tuanya hanya akan membuat anak menjadi stres dan depresi. Anggun berpedoman bahwa orang tua seharusnya memberikan cinta dan arahan yang tulus, selanjutnya kehidupan diserahkan pada anak. "Saya berusaha menjadi orang tua yang bisa memberikan bekal yang indah-indah di dalam memorinya, biar dia bahagia," pungkasnya.

Anggun mempunyai jurus jitu untuk menghadapi putri kecilnya yang penuh rasa ingin tahu. Untuk melarang anaknya melakukan hal-hal tertentu, misalnya, ia hanya perlu melotot sebentar. Melotot saja sudah dianggapnya sangat efektif untuk membuat Kirana mengurungkan niatnya melakukan sesuatu yang negatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.