Program Bayi Tabung Sudah Hasilkan 5 Juta Bayi

Kompas.com - 03/07/2012, 18:27 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1978, program bayi tabung seolah menjadi jurus terakhir setiap pasangan yang sulit memiliki anak. Hingga saat ini, sudah terdapat lima juta bayi tabung dilahirkan ke dunia. Sebuah tonggak bersejarah dalam terapi kesuburan.

Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan, Louise Brown, dilahirkan di Inggris pada bulan Juli 1978. Ibunya, Leslie Brown meninggal bulan lalu. Inggris memang menjadi tonggak awal sejarah bayi tabung di dunia. Di Indonesia sendiri, program bayi tabung baru dilakukan di tahun 1988 oleh tim dokter RSAB.Harapan Kita

Komite internasional untuk pengawasan dan monitoring teknologi reproduksi (Icmart) mempresentasikan data terkini mengenai jumlah bayi yang lahir dari hasil program bayi tabung dalam pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryology di Turki.

Mereka menyebutkan, sampai dengan tahun 2008 ditambah tiga tahun perkiraan, saat ini terdapat lima juta bayi tabung di seluruh dunia.

"Teknologi ini telah mengalami kesuksesan yang tinggi dalam mengatasi gangguan kesuburan. Kemajuan teknologi bayi tabung semakin memperbesar peluang kehamilan," kata Dr.David Adamson, ketua Icmart.  

Menurut data Icmart, setiap tahunnya terdapat 1,5 juta siklus in vitro fertilization (IVF) dan teknik serupa, yang menghasilkan 350.000 bayi.

"IVF atau bayi tabung kini sudah hal yang jamak. Pasangan tak perlu merasa malu lagi melakukannya," kata Stuart Lavery, konsultan ginekologi.

Kendati demikian, para ahli mengingatkan agar keberhasilan bayi tabung tidak dijadikan "asuransi" bagi pasangan yang memilih menunda punya anak.

"Banyak orang yang ingin menunda punya anak melihat IVF sebagai polis asuransi yang bisa diakses kapan saja. Padahal faktanya kesuksesan IVF pada wanita yang sudah berusia lanjut tidak sebaik pada yang berusia lebih muda," kata Lavery.

Dr.Allan Pacey, dosen senior di bidang andrologi dari Universitas Sheffield, mengatakan, kesuksesan program bayi tabung mencapai lima juta adalah hal yang patut diapresiasi. "Sekarang ini penerimaan masyarakat akan program bayi tabung sudah lebih baik dibandingkan 10 atau 20 tahun lalu," katanya.

Ia mengharapkan para dokter untuk memastikan pasangan yang ingin melakukan IVF menyadari bahwa program ini bukan solusi yang pasti berhasil. Dan sebaiknya mereka tidak menunda-nunda untuk memperbesar peluangnya. "IVF adalah sesuatu yang layak diperjuangkan oleh mereka yang memang membutuhkan," kata Pacey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.