Alat Uji Kepuasan Nikah, Mau Coba?

Kompas.com - 04/07/2012, 15:12 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Secara umum ada empat kategori kepuasan dalam pernikahan, yakni sangat puas, puas kadang tidak puas, tidak puas tetapi kadang puas dan sangat tidak puas.

Yuk, coba baca perlahan-lahan penjelasan di bawah ini, pernikahan Anda  masuk pada kategori mana. (tes detilnya ada di bagian paling bawah)

1. Pernikahan yang sangat puas

Kepuasan pernikahan yang stabil. Kategori ini menghadirkan puncak kerjasama yang baik. Biasanya latar belakang mereka agak sama, banyak cocoknya sehingga sedikit cekcoknya.

Pasutri ini bisa mengerti pasangannya sedalam-dalamnya. Komunikasi mereka efektif tanpa ada pesan yang membingungkan. Tidak ada mind-reading (suka membaca pikiran pasangan).

Akibatnya  mereka mudah saling percaya.  Mereka juga mampu menerima perbedaan yang ada, sehingga kreatif membangun identitas masing-masing. Mereka dapat bekerjasama dan mengasuh anak tanpa rasa cemburu. Bukan  berarti mereka selalu setuju, tetapi mereka berusaha belajar saling menghargai perbedaan pendapat dan mencari solusi yang terbaik jika ada konflik.

2. Puas tapi kadang tidak puas

Meski umumnya mereka merada puas, tapi Kepuasan pernikahan mereka  tidak stabil. Meskipun mereka merasa memiliki relasi yang comfortable satu dengan lainnya, tapi rasa kecewa mereka satu terhadap yang lain  muncul  pada saat krisis. Khususnya pada saat-saat stres dan masa-masa yang sulit.  ada masalah terjadilah ledakan sikap yang agresif secara terbuka yang selama ini disembunyikan. Misal, saat anak pake narkoba atau lari dari rumah, maka langsung mereka merasa kurang puas dan saling menyerang (menyalahkan). Mereka tidak mampu mengelola konflik.

Masing-masing mulai saling melukai, dan terjadi perang dingin. Pada masa ini bisa ditampakkan sikap bermusuhan. Jadi kepuasan mereka sangat bersifat sementara pada saat baik-baik  saja. Dengan kata lain kadangkala rumah tangga seperti ‘neraka’, kadang seperti ‘surga’. Sayangnya mereka tidak pernah berusaha mencari bantuan dari professional (konselor)

Saat krisis terjadi, mereka berusaha mengalihkan perhatian mereka pada masalah anak-anak, atau sibuk dengan hobi masing-masing. Tetapi ini  hanya  upaya pelarian saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.