Kompas.com - 17/07/2012, 16:29 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Selain faktor genetika dan asupan nutrisi,  tinggi badan seorang anak ternyata juga dapat dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan sang ibu selama masa persiapan kehamilan. Menurut penelitian terbaru yang dimuat journal Human Reproduction, calon ibu yang mengonsumsi obat kesuburan beresiko besar memiliki anak yang pendek.

Penelitian yang dilakukan di Australia itu mengungkapkan, anak laki-laki yang lahir dari para ibu yang menggunakan obat kesuburan, memiliki tinggi sekitar tiga sentimeter lebih pendek di usia 10 tahun dibandingkan dengan anak yang ibunya tidak ikut terapi kesuburan.

Riset yang digagas Wayne Cutfield dari Universitas Auckland itu menganalisa 84 anak yang ibunya melakukan terapi kesuburan dan mengonsumsi obat penyubur. Para peneliti membandingkan tinggi badan anak-anak itu dengan 214 anak yang ibunya hamil secara alami.

Kaitan antara tinggi badan anak dengan penggunaan obat kesuburan itu konsisten, meski para peneliti juga memperhitungkan faktor genetik, yakni tinggi badan dan berat badan orangtua.

Para peneliti berpendapat bahwa obat-obatan untuk menstimulasi ovarium mungkin berpengaruh pada gen dan perkembangan embrio.

Hasil penelitian tersebut agak berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa anak yang lahir dari program bayi tabung, dan tentu si ibu mengonsumsi pil kesuburan, cenderung lebih tinggi.

Pakar fertilitas dari Center For Human Reproduction di North Shore Long Island Jewish Health System,  Manhasset, New .York. Dr.Avner Hershlag, yang tidak terlibat dalam penelitian ini berpendapat bahwa hasil studi di Australia tersebut jangan membuat pasangan yang melakukan terapi kesuburan menjadi takut. Penelitian itu dikatakannya berskala kecil dan masih perlu dikonfirmasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.