Kompas.com - 20/07/2012, 09:18 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Menjaga kesehatan mental sama pentingnya seperti kesehatan fisik. Penelitian terbaru mengungkapkan orang yang menderita penyakit mental serius seperti, skizofrenia, gangguan bipolar dan depresi ternyata beresiko 2,6 kali lebih mungkin menderita kanker.

Demikian hasil riset terbaru para ilmuwan di John Hopkins yang mempublikasikan temuannya dalam journal Psychiatric Service.

"Peningkatan risiko pasti ada, tapi kami tidak sepenuhnya yakin mengapa," kata pemimpin studi Gail L. Daumit, MD, MHS, seorang profesor kedokteran dan psikiatri di Johns Hopkins University School of Medicine.

Pada studi terpisah yang publikasikan bulan lalu dalam Journal Injury Prevention, Daumit menemukan bahwa orang dengan penyakit mental yang serius hampir dua kali lebih mungkin untuk berakhir di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit atau rawat inap akibat cedera dan sekitar 4,5 kali lebih mungkin meninggal akibat cedera mereka.

Daumit mengatakan, sekitar 5 persen orang Amerika memiliki penyakit mental yang serius dan kelompok ini dikenal dua sampai tiga kali lebih mungkin untuk meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak memiliki masalah kejiwaan.

Namun, Daumit mengungkapkan penyebab utama kematian pada orang dengan gangguan mental adalah penyakit jantung dan kanker.

Dalam kajiannya, Daumit mengambil data dari 3.317 relawan di Medicaid Maryland yang menderita skizofrenia dan gangguan bipolar, untuk menentukan apakah mereka menderita kanker antara tahun 1994 dan 2004, serta apa jenis kanker yang mereka miliki.

Peneliti menemukan bahwa pasien dengan skizofrenia, bila dibandingkan dengan populasi umum 4,5 kali lebih mungkin mengembangkan kanker paru-paru, 3,5 kali lebih mungkin menderita kanker kolorektal dan hampir tiga kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.

Sementara orang dengan gangguan bipolar mengalami tingkat risiko yang sama untuk kanker paru-paru, kolorektal dan payudara. Tidak ada perbedaan ras dalam mengembangkan kanker pada kelompok ini, dimana usia rata-rata mereka antara 42 dan 43 tahun.

Daumit mengatakan salah satu alasan peningkatan risiko kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok, yang lebih menonjol pada orang dengan penyakit mental serius. Ia juga berspekulasi bahwa risiko kanker payudara dapat dikaitkan dengan fakta bahwa perempuan dengan skizofrenia dan gangguan bipolar cenderung lebih sulit memiliki anak, sementara melahirkan anak diyakini dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Peneliti juga beranggapan bahwa penggunaan beberapa obat psikotropika dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin, suatu faktor yang telah dikaitkan dengan kanker payudara. Sementara risiko kanker kolorektal, bisa jadi terkait dengan masalah gaya hidup, seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik dan diet yang kurang buah dan sayuran.

Daumit mengatakan, studi lebih lanjut diperlukan untuk melihat peran faktor perilaku dan farmakologis terhadap meningkatnya risiko kanker di antara orang dengan penyakit mental yang serius, dan sejauh mana populasi ini menerima skrining serta pengobatan kanker yang tepat.

Dia mengatakan penyedia layanan kesehatan mental dan dokter perawatan primer harus bekerja sama untuk melakukan skrining serta untuk mengurangi faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti merokok di antara kelompok ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.