Kompas.com - 21/07/2012, 20:07 WIB
EditorAgus Mulyadi

KOMPAS.com - Perokok yang mempunyai kadar vitamin D rendah di dalam tubuhnya, mengalami kerusakan paru lebih cepat ketimbang perokok dengan kadar vitamin D normal di dalam darah. Namun, hanya dengan menambah kadar vitamin D, tidak dapat mencegah kerusakan paru atau masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, strok, dan kanker di kalangan perokok.

Demikian hasil penelitian yang d ipublikasikan dalam American Journal of Resiratory and Critical Care Medicine baru-baru ini.

Vitamin " D karena sifatnya sebagai antioksidan dan anti peradangan, mampu memberi sedikit perlindungan terhadap kerusakan paru akibat merokok," ujar Nancy Lange, ketua tim peneliti tentang hubungan vitamin D dengan fungsi paru, dari Channing Laboratory di Brigham and Womens Hospital di Boston, Amerika.

Suplementasi vitamin D dapat mengurangi kerusakan paru dan dapat digunakan dalam intervensi masalah kesehatan lainnya. Namun, Lange menekankan, efeknya relatif kecil. " Intervensi paling penting untuk melindungi kesehatan paru dan organ lain ialah dengan berhenti merokok," ujar Lange seperti dikutip Health Day.

Lange dan timnya mengumpulkan data dari 600 pria yang menjadi bagian dari sebuah studi jangka panjang. Penelitian itu berusaha mencari hubungan antara vitamin D dan fungsi paru.

Setelah 20 tahun mengikuti perkembangan kesehatan para responden penelitian itu, ilmuwan menemukan bahwa fungsi paru di kalangan perokok dengan kadar vitamin D normal kerusakan parunya lebih sedikit dibandingkan perokok dengan vitamin D di bawah normal. Namun, vitamin D tidak mempuyai efek signifikan terhadap fungsi paru ketika hasil penelitian dari kalangan perokok dan bukan perokok digabungkan.

Direktur program paru lanjutan di North Shore-LIJ Health System, New York, Arunabh Talwar, mengatakan, jika defisiensi vitamin D pada perokok dicegah, kerusakan paru dapat diperlambat. Semua orang menurun fungsi parunya seiring bertambahnya usia. Namun, penurunan fungsi paru para perokok jauh lebih cepat dan kurangnya kadar vitamin D akan semakin memperburuk kondisi paru perokok.

Arunabh mengatakan, konsumsi vitamin D bukan menjadi pengganti berhenti merokok. Apalagi , perokok berisiko terhadap rentetan p enyakit mematikan lainnya seperti serangan jantung, strok, dan kanker. (HealthDay/INE)  

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.