Kompas.com - 23/07/2012, 17:14 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Biaya ternyata menjadi faktor utama mengapa orang malas datang ke dokter gigi, dibandingkan rasa takut. Bukan hanya di negara berkembang, di negara maju sekali pun alasan biaya yang mahal masih menjadi alasan.

Hal itu antara lain tercermin dalam survei kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di Amerika Serikat. Sekitar 4 dari 10 responden mengatakan biaya mahal menjadi alasan mengapa mereka tidak ke dokter gigi saat menderita sakit gigi atau gigi tanggal dalam enam bulan terakhir. Di urutan kedua adalah faktor rasa takut.

Survei yang dilakukan tahun 2008 terhadap orang dewasa berusia 18-64 tahun itu menyebutkan tiga perempat responden memiliki kondisi kesehatan gigi yang bagus, 17 persen cukup baik, dan 7 persen kesehatan giginya buruk.

Hasil penelitian juga mengungkapkan penderita diabetes adalah kelompok yang memiliki kesehatan gigi paling buruk dibandingkan orang dari kelompok usia yang sama namun tidak menderita diabetes.

Karena biaya menjadi pertimbangan, maka mereka yang berasal dari keluarga ekonomi lemah memiliki kesehatan gigi lebih buruk. Demikian juga halnya orang yang pendidikannya rendah cenderung memiliki kesehatan gigi lebih buruk.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.