Kompas.com - 26/07/2012, 11:13 WIB
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbukalah dengan yang manis, sering disampaikan, bahkan ada yang memandangnya ini sunnah Nabi. Namun banyak yang salah mengartikan. Akibatnya bukan sehat yang didapat.

Riwayat menyebutkan Rasulullah berbuka dengan rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat. Jika tidak terdapat rutab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tak ada tamr, beliau meneguk air.

Pertanyaannya, apakah sama antara kurma dengan makanan yang manis-manis lainnya yang biasa disantap saat berbuka puasa? Pramono, ahli gizi dari Banjarmasin, menegaskan, ini tidak sama.

Kurma adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate). Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman manis yang biasa kita konsumsi adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

"Pendapat umum bahwa berbuka puasa harus makan dan minum yang manis seakan-akan adalah sunnah Nabi. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan," jelas Pramono.

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Nah, jika kita makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Menurut Pramono, hal ini sangat tidak sehat.

Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Untuk menjadi glikogen, karbohidrat kompleks memerlukan perlu proses yang lama. Dengan demikian, kadar gula tidak langsung membuat kadar gula melonjak secara drastis.

Jadi, hati-hatilah memilih makanan manis sebagai menu pembuka puasa...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

    Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

    Health
    Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

    Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

    Penyakit
    Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

    Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

    Health
    Limfangitis

    Limfangitis

    Penyakit
    Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

    Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

    Health
    Penyakit Jantung Rematik

    Penyakit Jantung Rematik

    Penyakit
    3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

    3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

    Health
    Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

    Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

    Health
    6 Gejala Asam Urat di Lutut

    6 Gejala Asam Urat di Lutut

    Health
    Karsinoma Sel Skuamosa

    Karsinoma Sel Skuamosa

    Penyakit
    10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

    10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

    Health
    Rahim Turun

    Rahim Turun

    Penyakit
    6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    Health
    Herniasi Otak

    Herniasi Otak

    Penyakit
    Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

    Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.