Samakah Kualitas ASI Langsung dan ASI Perah?

Kompas.com - 27/07/2012, 10:07 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dear konselor, saya ingin bertanya, apakah kualitas ASI perah sama dengan kualitas ASI yang disusukan secara langsung? Anak saya pada usia 3 bulan pertama saya beri ASI secara langsung, dan berat badannya naiknya bagus dan cukup gemuk. Tetapi, setelah saya bekerja dan dia diberi ASI perah yang saya tabung, kok berat badannya naiknya lambat dan kelihatan agak kurus. Apakah ini pengaruh ASI perah atau memang pertumbuhannya sepeti itu? Tetapi Alhamdulillah anak saya sehat dan aktif. Kata orang-orang di sekitar saya, ASI saya kurang bagus karena gak bisa bikin anak gemuk.  Padahal, tetangga saya yang anaknya seumuran dengan anak saya juga ASI eksklusif, tapi anaknya gemuk banget sampai usia 6 bulan. Mohon penjelasannya....

(Bunda Abrisam, 26, Banjarmasin)

 

JAWAB :

Dear Bunda Abrisam,
Wah, pertanyaan Ibu ini menarik dan kritis sekali karena memang banyak orang merasa tidak ada bedanya menyusui langsung dengan ASI yang diperah lalu diberikan kepada bayi. Namun, sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya ingin jelaskan bahwa kenaikan berat badan bayi ketika berusia tiga bulan ke atas memang sudah tidak sebanyak kenaikan berat di awal kelahirannya.

Untuk memastikan kecukupan kenaikan berat badan ibu, mungkin ibu bisa plotkan kenaikan berat badannya dengan mengikuti kurva kenaikan berat badan pada bayi keluaran World Health Organization (WHO). Ibu bisa mengunduh kurva ini di link ini: http://www.who.int/childgrowth/standards/weight_for_age/en/index.html.

Nanti, Ibu pilih apa jenis kelamin anak Ibu dan pilih kurva berdasarkan persentil. Lalu masukkan kenaikan beratnya bulan per bulan ke dalam kurva tersebut lalu tarik garis. Jika kenaikan berat badan si kecil masih masuk dalam kurva dan ada kenaikan, maka itu normal dan baik Bu.

Menjawab pertanyaan Ibu mengenai perbedaan ASI yang diperah dengan menyusui langsung; memang berbeda ya. Hal ini dikarenakan beberapa alasan :
a.       Menyusui langsung bayi bisa juga mendapatkan kedekatan langsung dengan ibunya yang tidak tergantikan. Dekapan ibu juga membuat pasangan ibu bayi bisa lebih tenang dan nyaman untuk kedua belah pihak.
b.      Bayi menyusu pada payudara juga menggunakan otot-otot di mulut, rahang dan otak yang baik untuk pertumbuhannya kelak. Ini tidak bisa digantikan dengan ketika mereka menyusu pada media lain.
c.       Segala sesuatu yang kita konsumsi jika itu lebih segar dari sumbernya tentu berbeda dengan yang sudah kita keluarkan dan simpan ya.. Karena kesegaran itu juga membawa energi hidup yang terkadang hilang ketika disimpan. Walaupun begitu ASI Perah (ASIP) tetap baik dan bisa dikonsumsi dengan catatan disimpan sesuai ketentuan dan saran.

Kenaikan berat badan setiap bayi memang berbeda tiap bayi Ibu, karena ini terkait dengan genetis dari orang tuanya juga. Jadi, sebaiknya kita fokus kepada tumbuh kembang anak kita sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain, karena biasanya rumput tetangga selalu lebih hijau dibanding rumput sendiri ya... :)

Selain daripada itu, kenaikan berat bukan satu-satunya alat ukur pertumbuhan anak, kita bisa juga pantau dari perkembangannya seperti aktivitas fisik dan mentalnya.

Semoga jawaban saya bisa membantu Ibu dan maaf jika ada salah kata.

Salam ASI


Nia Umar S.Sos, IBCLC

Wakil Ketua Umum AIMI

 

Baca tentang

    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X