Kompas.com - 31/07/2012, 20:52 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Obat herbal terstandar masih sangat minim. Padahal, untuk mengarah kepada saintifikasi jamu dan integrasi herbal ke dalam layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit dibutuhkan obat herbal terstandar.

Seperti dikatakan, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif, dan Komplementer Kementerian Kesehatan, Abidinsyah Siregar, Selasa (31/7/2012), dari sekitar 19.736 jamu, baru 38 yang tergol ong obat herbal terstandar.

Dia mengatakan, obat herbal terstandar akan lebih meyakinkan para tenaga kesehatan untuk menggunakannya di layanan kesehatan. Ada lebih dari 100 puskesmas dan belasan rumah sakit yang terlibat dalam program integrasi herbal ke dalam layanan kesehatan. Obat herbal terstandar setidaknya telah mengalami menjalani uji pra-klinik yang antara lain mencakup manfaat dan uji toksisitas. Uji pra-klinik biasanya dilakukan terhadap hewan coba.

Dokter ahli penyakit dalam dan herbalis dari RSUD dr Sutomo/Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Arijanto Jonosewojo mengatakan, keberhasilan integrasi herbal ke dalam layanan kesehatan tergantung tenaga pelaksananya, fasilitas kesehatan yang menjalankannya, dan penyediaan bahan baku obat yang terstandar.

"Yang terpenting itu uji toksisitas herbal tersebut agar aman digunakan," ujarnya.

Integrasi itu juga bukan berarti meniadakan penggunaan obat yang ada, murah, dan terbukti efikasinya. Penggunaan herbal harus secara bijak sesuai dengan kondisi kesehatan dan penyakit pada individu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.