Kompas.com - 23/08/2012, 12:31 WIB
EditorHesti Pratiwi

KOMPAS.com -  Ngopi adalah cara yang paling populer dilakukan orang untuk membunuh rasa kantuk. Hal ini karena kandungan kafein di dalam kopi membuat Anda merasa lebih waspada, segar dan meningkatkan suasana hati. Banyak studi menunjukkan bahwa kafein bisa meningkatkan kinerja fungsi kognitif (memori, fokus) seseorang dalam jangka pendek.

Kenyataannya hal tersebut tak sepenuhnya benar. Penelitian terbaru dari Johns Hopkins Medical School mengeluarkan fakta mengejutkan, kafein ternyata tidak benar-benar bisa meningkatkan performa kerja kognitif Anda. Studi ini mempelajari tentang peningkatan kinerja kognitif dengan cara mengendalikan kebiasaan minum kopi dari para peserta. Dalam penelitian ini, para peserta yang diuji adalah orang-orang yang biasa menikmati 2-4 cangkir minuman berkafein yang setara dengan 200-800 mg kafein sehari.  

Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa kafein bisa menimbulkan ketergantungan. Ketika terbiasa menikmati kafein, maka ketika kinerja kognitif dan suasana hati Anda menurun maka Anda berpikir bahwa hanya kafeinlah yang bisa membuat Anda kembali bersemangat. Padahal sebenarnya kafein tidak meningkatkan kinerja Anda, namun hanya mengembalikannya ke tingkat normal untuk waktu yang singkat.

Saat minum kafein, tubuh akan melepaskan adrenalin yang menjadi sumber respon untuk 'melawan atau lari', yang secara tak langsung memaksa tubuh untuk kembali bekerja. Namun, ketika kafein memaksa otak dan adrenalin untuk bekerja, hal sebaliknya akan terjadi pada tingkat emosional Anda.

Kafein memberi pengaruh pada perilaku emosional dan membuat Anda jadi cepat marah, atau cemas. Berdasar studi yang dilakukan di Carnegie Mellon University mengungkapkan, lonjakan adrenalin akibat kafein juga berakibat negatif pada kenaikan tekanan darah, stimulasi jantung berlebihan, jantung berdebar dan pernapasan yang lebih cepat dan tak teratur. Hal ini bisa menghalangi masuknya oksigen ke dalam otak yang dibutuhkan untuk menjaga agar pikiran tetap tenang dan rasional.

Pengaruhi kualitas tidur
Kafein juga memberi pengaruh pada kualitas tidur Anda. Di dalam tubuh, kafein memiliki 'waktu hidup' enam setengah jam, ini berarti butuh waktu 24 jam penuh untuk kembali mengeluarkan kafein dari dalam tubuh. Ketika minum kafein pada pukul delapan pagi maka kafein masih akan tersisa 25 persen di dalam tubuh sampai pukul delapan malam. Dan kafein ditambahkan di siang hari, maka Anda sudah memiliki 50 persen kafein dalam tubuh sampai waktu malam. Buruknya, setiap kafein dalam aliran darah akan membuat Anda sulit tertidur.

Ketika Anda akhirnya tertidur, kafein akan mengganggu kualitas tidur Anda mengan mengurangi gerakan mata cepat (Rapid Eye Movement/REM) saat tidur sehingga tidur jadi kurang nyenyak dan memengaruhi tingkat emosi di pagi hari. Akhirnya, saat bangun Anda merasa membutuhkan secangkir kafein lagi untuk membuat Anda jadi lebih baik dan membuat adrenalin kembali melonjak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti stimulan apapun, secara fisiologis dan psikologis, kafein menimbulkan kecanduan (adiktif). Maka untuk menghindarinya, sebaiknya secara perlahan kurangi asupan kafein Anda dalam satu hari. Namun, para peneliti di John Hopkins menemukan bahwa pengurangan kafein bisa membuat seseorang mengalami sakit kepala, mudah lelah, mengantuk, sulit konsentrasi, depresi dan kecemasan setelah mengurangi asupan kafein satu cangkir per hari.

Hal ini bukan berarti Anda tak boleh sama sekali menikmati kafein. Hanya saja kadar kafein yang disarankan adalah satu cangkir kafein per hari atau sekitar 100 mg kafein. Berhati-hatilah saat menikmati kopi di berbagai gerai kopi, karena kadar kafein dalam satu gelasnya bisa mencapai 180-415 mg kafein per saji-nya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Otot

Nyeri Otot

Penyakit
11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Sakit Tenggorokan Sebelah yang Bisa Terjadi

Health
 4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

4 Makanan untuk Meningkatkan Mood

Health
4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

4 Gejala Kanker Payudara Metastasis yang Umum Terjadi

Health
7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.