Kompas.com - 27/08/2012, 16:24 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Hampir semua informasi kesehatan menyebutkan bahwa sayur-mayur adalah makanan paling sehat di dunia. Kendati begitu, cukup banyak orang tidak menyukai bahan makanan ini, terutama kaum pria.

Alasan mengapa pria kurang menyukai sayur terungkap dalam penelitian psikologi. Disebutkan bahwa pria tidak melihat nilai kesehatan dari konsumsi buah dan sayur. Selain itu mereka juga tak yakin mampu secara rutin mengasup sayuran dan buah seperti halnya wanita.

"Hasil studi menunjukkan bahwa pria tidak punya kepercayaan sebesar wanita terhadap sayur dan buah untuk menjaga kesehatan. Selain itu mereka juga tidak bisa selalu mengasup sayuran, terutama jika sedang di tempat kerja atau menonton TV," kata John A Updegraff, kandidat profesor bidang kesehatan psikologi dari Kent State University, di Ohio.

Dalam penelitiannya, Updegraff dan timnya mencoba mengetahui apakah sebuah ide psikologi yang disebut "teori perilaku terencana" bisa memberi penjelasan mengapa pria lebih jarang mengonsumsi sayuran dan buah.

Teori tersebut melihat kaitan antara kepercayaan seseorang dan perilaku mereka. Para peneliti melihat tiga kepercayaan yang bisa memotivasi orang untuk mengasup makanan bernutrisi, perilaku mereka terhadap buah dan sayur, perasaan mereka terhadap penguasaan makanan, dan pengetahuan mereka tentang orang lain yang ingin memperbaiki pola makannya.

Data yang dipakai dalam studi ini mencakup 3.400 orang dari data survei National Cancer Institute's Food Attitudes and Behavior. Survei dilakukan tahun 2007, termasuk pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur perilaku seseorang, serta kepercayaan dan kebiasaan menyangkut makanan. Sekitar 40 persen responden berusia 35-54 tahun.

Secara keseluruhan, wanita lebih sering mengasup buah dan sayuran. Mereka percaya dengan sering mengonsumsi buah dan sayur membuat mereka panjang umur dan terlihat lebih cantik.

Para wanita juga cenderung lebih yakin mereka mampu mengonsumsi sayuran dan buah saat mereka lapar, ngemil, kelelahan, atau di sekitar orang lain yang mengonsumsi junk food.

Perilaku dan kebiasaan kaum wanita menyangkut makanan tersebut bertolak belakang dengan kaum pria.

"Karenanya, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman para pria tentang pentingnya pola makan sehat. Mereka juga harus diyakinkan bahwa mereka tetap bisa memilih makanan sehat baik di rumah atau di tempat kerja," kata Updegraff.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.