Kompas.com - 29/08/2012, 09:35 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Makin tua usia seorang pria, makin rendah kualitas spermanya. Kendati begitu, pria berusia lanjut tetap bisa menjaga kesehatan spermanya jika mereka rutin mengasup makanan yang mengandung vitamin dan mineral.

Dalam penelitian terhadap 80 pria sehat berusia 22-80 tahun, para peneliti menemukan pria berusia di atas 44 tahun yang banyak mengasup vitamin C, vitamin E, zinc dan folat, memiliki tingkat kerusakan DNA sel sprema 20 persen lebih rendah.

Meski begitu, manfaat konsumsi mikronutrien tersebut tidak ditemukan pada sperma pria yang berusia lebih muda.

"Tampaknya mengonsumsi secara rutin mikronutrien seperti vitamin C, E, folat dan zinc, bisa mengembalikan kualitas sperma pria yang mulai tua. Kami menemukan kerusakan sperma pria berusia 44 tahun ke atas itu hampir sama dengan yang berusia lebih muda," kata Andy Wyrobek dari Life Sciences Division, salah satu peneliti.

Hasil penelitian tersebut menjadi penting karena saat ini terjadi pergeseran usia menikah dan semakin banyak pria yang baru memiliki anak di atas usia 35 tahun. Padahal, makin tua usia pria makin banyak kerusakan sel sperma mereka sehingga risiko mengalami infertilitas makin besar.

Sampai saat ini para ilmuwan belum tahu apakah pola makan tinggi antioksidan dan mikronutrien bisa melindungi kerusakan DNA sperma. Penelitian mendalam diperlukan untuk menentukan apakah asupan vitamin bisa meningkatkan kualitas sperma dan memperbaiki kesuburan pria berusia lanjut.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polihidramnion

Polihidramnion

Penyakit
Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

Health
Hipognadisme

Hipognadisme

Penyakit
Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

Health
Radang Dingin (Frostbite)

Radang Dingin (Frostbite)

Penyakit
4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

Health
Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

Penyakit
Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

Health
Hipopituitarisme

Hipopituitarisme

Penyakit
3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

Health
Akathisia

Akathisia

Penyakit
Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

Health
Abses Peritonsil

Abses Peritonsil

Health
6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

Health
Sinusitis

Sinusitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.