Kompas.com - 29/08/2012, 15:32 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ibu hamil yang kekurangan zat besi atau anemia lebih berisiko mengalami perdarahan saat melahirkan. Selain itu, mereka juga berisiko melahirkan bayi prematur dan bayi berstatus gizi kurang. Saat ini, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yakni 228 per 100.000 kelahiran hidup.

"Paling banyak di provinsi Jawa Barat dan Banten karena populasi penduduknya tinggi," kata dr.Ridwan Gustiana, direktur Yayasan IBU dalam acara paparan penelitian diseminasi anemia pada ibu hamil di Jakarta, Rabu (29/8/12).

Menurut data, penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan adalah perdarahan (30 persen), eklampsia (25 persen), dan infeksi (12 persen). Risiko perdarahan lebih tinggi pada ibu hamil yang menderita anemia berat.

Hal itu misalnya terlihat di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Tomi Herutomo mengatakan, jumlah kematian ibu hamil di wilayahnya tahun 2010 mencapai 29 orang dan meningkat menjadi 33 orang di tahun 2011.

"Penyebab kematian terutama karena perdarahan dan infeksi," katanya dalam acara yang sama.

Sementara itu di Kabupaten Lebak, Banten, menurut Kusbandrio, wakil Dinas Kesehatan Lebak, angka kematian ibu pada tahun 2011 mencapai 42 orang dan mayoritas karena perdarahan. Sementara itu angka kematian bayi sebesar 245 orang, 96 bayi lahir dengan berat badan rendah, dan 35 bayi lahir prematur.

"Survei yang dilakukan tahun 2007 di Lebak menunjukkan 35 persen ibu hamil menderita anemia," papar Kusbandrio.

Ridwan mengatakan, meski program suplementasi tambah darah sudah dilakukan pemerintah sejak tahun 1970 tetapi prevalensi anemia tetap tinggi.

"Banyak masalah dalam pelaksanaan program suplementasi, misalnya persepsi salah di masyarakat yang mengira anemia sama dengan darah rendah. Kepatuhan ibu hamil untuk mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah," katanya.

Suplementasi tablet tambah darah yang dianjurkan adalah minimal 90 tablet yang dikonsumsi sejak awal kehamilan sampai masa nifas. Tablet yang berisi 60 mg zat besi dan asam folat 250 mikrogram itu harus dikonsumsi satu kali setiap hari dan tiga kali sehari untuk ibu hamil yang menderita anemia berat (kadar Hb kurang dari 7).

Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.