Kompas.com - 11/09/2012, 16:21 WIB
EditorAsep Candra

BALI, KOMPAS.com - Mengubah perilaku yang selama ini telah menjadi kebiasaan memang sulit. Apalagi, jika kebiasaan tersebut sudah ditanamkan sejak kecil dan terjadi secara turun temurun. Meskipun demikian, untuk berperilaku hidup bersih dan sehat bisa dimulai dari tindakan sederhana.

Salah satu contoh perilaku hidup besih dan sehat (PHBS) yang perlu ditanamkan sejak kecil adalah mencuci tangan dengan memakai sabun antikuman. Perilaku mencuci tangan pakai sabun (CTPS) ini memang sangat sederhana, akan tetap dampaknya sangat luar biasa bagi kesehatan masyarakat.

"Cara untuk menekan penyakit diare ialah dengan BAB pada tempatnya. Selain itu, sejak dini mengajarkan anak dan diri sendiri mencuci tangan pakai sabun. Cuci tangan pakai sabun bisa membantu menurunkan penyakit diare sampai 39 persen," kata Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Angela Kearney saat ditemui dalam acara East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene (EASAN) III yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/9/2012).

Angela mengatakan, cuci tangan sebagai salah satu PHBS harus menggunakan sabun. Berdasarkan penelitian, cuci tangan tanpa sabun masih tetap meninggalkan kuman pada tangan. Terkait kesadaran cuci tangan pakai sabun, UNICEF berkonsentrasi pada anak-anak sebagai generasi perubahan menuju hidup bersih dan sehat. "Pendekatan kami berkonsentrasi pada ibu dan anak-anak. Ibu bisa mengajarkan kebiasaan baik kepada anak, sementara anak adalah agen perubahan," ujarnya.

Menkes Nafsiah Mboi saat acara pembukaan EASAN III, Senin (10/11/2012) mengatakan, PHBS akan mengurangi resiko penularan penyakit lewat air. Peningkatan perilaku seperti BAB tidak di sembarangan dan mencuci tangan pakai sabun secara signifikan membawa manfaat sosial, lingkungan dan ekonomi.

"Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan sabun adalah kebiasaan yang sederhana. Namun, efeknya dapat mencegah penularan penyakit  menular seperti diare, pneumonia, penyakit kulit tipes, bahkan flu burung," ujarnya.

Jika kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dikombinasikan dengan kegiatan lain seperti meninggalkan praktek BAB di tempat terbuka, membuang sampah pada tempatnya serta mengelola air minum dengan benar, maka bisa menekan penyebab penyakit diare sampai dengan 80 -90 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.