Kompas.com - 17/09/2012, 19:30 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Perceraian pasangan suami istri tidak diragukan lagi menimbulkan efek negatif bagi anak-anak, meskipun perpisahan dilakukan secara baik-baik. Sebuah studi menemukan, anak laki-laki yang menghadapi perceraian orang tua rentan terkena stroke di kemudian hari.

Dalam studi tersebut, responden yang orang tuanya telah bercerai tiga kali atau lebih ketika usianya belum mencapai 18 tahun, berisiko lebih tinggi terkena stroke dibandingkan mereka yang orang tuanya tidak bercerai.

Penelitian ini telah memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi stroke pada seseorang seperti kebiasaan merokok, olahraga, obesitas, penggunaan alkohol, dan akses pelayanan kesehatan. Responden dalam studi ini dipilih dari keluarga korban perceraian. Namun, bukan anak yang memiliki pengalaman dilecehkan juga orang tuanya kecanduan obat-obatan dan alkohol.

Dalam studi ini, peneliti tidak ditemukan hubungan sebab akibat, apakah perceraian orang tua dapat memicu kasus stroke pada anak laki-laki di kemudian hari. Menurut Esme Fuller Thomson, salah satu peneliti dari Universitas Toronto, penelitian ini butuh kajian lebih lanjut. Memang belum jelas bagaimana perceraian meningkatkan risiko stroke. Akan tetapi, salah satu penjelasan yang paling memungkinkan adalah perceraian dapat mengubah anak menjadi rentan stres.

Temuan yang dipublikasikan bulan September dalam International Journal of Stroke ini didasarkan pada survei nasional tahun 2010 terhadap lebih dari 9.900 pria dan wanita di Amerika Serikat. Dari 4.047 pria dalam survei tersebut, 165 di antaranya dilaporkan menderita stroke. Hasil studi ini menguatkan studi yang dilakukan tim peneliti pada anak-anak Kanada. Penelitian terhadap anak di Kanada yang orang tuanya bercerai lebih dari dua kali, lebih tinggi menderita stroke di kemudian hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.