Kompas.com - 26/09/2012, 16:55 WIB
EditorAsep Candra

 

KOMPAS.com - "Daripada makan obat lebih baik naik sepeda ya dokter", komentar seorang pasien pada suatu siang, waktu saya mau menggenjot sepeda saya pulang ke rumah,  setelah selesai melayani pasien di poli penyakit dalam, rumah sakit tempat saya bekerja.

"..........Oh ya, pasti. Orang tidak pernah sehat hanya dengan obat, obat itu hanya membantu sementara, apalagi kalau mempertahankan kesehatan, dan yang pasti kita tidak dilahirkan dengan kekurangan-kekurangan obat-obat itu, harus begini ya!" jawab saya, sambil berlalu.

Bersepeda ke rumah sakit sudah 3 tahun ini saya lakukan, tidak ada hari tanpa sepeda, menghadiri acara undangan pun saya menggunakan sepeda. Kalau lagi hari libur, bersepeda tatap saya lakoni, biasanya ke luar kota. Setelah mendayung sekitar 30 menit , berkeringat baru saya kembali ke rumah.

Tinggal di kota kabupaten yang kecil, tidak begitu ramai dan jarak dari tempat tinggal saya ke rumah sakit tidak begitu jauh, memungkinkan saya bersepeda ke tempat kerja, meskipun belum ada jalur khusus. Bila ke Jakarta, di lingkungan perumahan atau ke pasar tradisional, saya masih bisa menggunakan sepeda. Sebenarnya, kalau jalan-jalan di Jakarta sedikit bersahabat untuk pesepeda, saya yakin banyak yang akan menggunakannya.

Banyak sekali manfaat yang saya rasakan setelah 3 tahun bersepeda ini. Yang jelas adalah stamina, daya tahan tubuh saya rasanya jauh lebih baik dibandingkan 10 tahun lalu. Agak sulit menuliskan perubahan positif yang saya alami, baik fisik maupun psikis saya. Yang jelas saya rasakan, boleh dikatakan saya tidak pernah lagi terserang flu, asma saya tidak pernah kambuh, sakit kepala tidak lagi saya rasakan, tekanan darah saya juga terkontrol dengan baik, berat badan juga demikian dan ukuran celana saya juga mengecil.

Walaupun perut mengecil, tetapi otot-otot lengan, paha, kaki terasa lebih berisi dan padat. Lemak-lemak yang bergelayut seperti yang umum terjadi pada seseorang yang sebaya dengan saya boleh dikatakan tidak ada. Seperti yang sering kita lihat, semakin tua kita, maka semakin buncit perut kita dan semakin mengecil otot-otot kita. Mengalami perubahan seperti ini, baru saya menyadari, bahwa prinsip "Use or You Lose it", memang berlaku untuk kita.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi lengan, paha yang mengecil, pantat yang tepos, sendi-sendi Anda yang semakin kaku seiring dengan menuanya kita, tidak hanya sekedar itu, tetapi lebih disebabkan kita memanjakannya, membiarkannya diam. Bersepeda sebaliknya mengatifkan otot-otot Anda, sendi Anda, bahkan memperbaiki keseimbangan Anda, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan, risiko yang berkaitan penuaan itu dapat kita kurangi.

Di samping itu, secara emosional hari-hari yang saya jalani juga lebih menyenangkan. Di sepanjang jalan, senyum sering menghiasi wajah saya, kalau tidak saya yang menebarnya, orang lain yang kebetulan mengenal saya akan membaginya. Sesuatu yang tidak mungkin saya dapatkan bila saya mengendarai mobil atau motor. Hmmm, tidak tahu, berapa kali senyum tersungging dari bibir saya setiap harinya. Padahal, semakin tua kita, senyum itu semakin jauh dari kita.......

Saya yakin, senyum, itu saja sudah pasti akan menjadi obat, apalagi keringat yang  mengalir yang menunjukkan aliran darah  ke kulit saya sangat lancar, hal yang sama  tentu juga terjadi ke seluruh tubuh saya, organ lain seperti otak, jantung, paru. Pasti jantung, paru saya akan lebih sehat, otak saya juga demikian. Dan, saya dapat menikmati makanan favorit saya lebih banyak, serta tidur saya lebih enak.

Melihat manfaat seperti itu, baru dari aspek kesehatan saja, apalagi bersepeda juga mengurangi polusi, seharusnya pemerintah provinsi, kota, kabupaten membuat kebijakan yang dapat membuat pesepeda merasa nyaman di jalan. Di samping jalur khusus, ada juga tempat penitipan sepeda, mengikatkan atau mengunci sepeda di lokasi tertentu atau bahkan rental sepeda. Sayang, kebijakan itu masih jauh panggang dari api, mereka membangun jalan untuk mereka yang mengendarai mobil, sepeda motor, bukan untuk pesepeda, pejalan kaki.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X