Kompas.com - 30/09/2012, 12:18 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Setelah menjalani masa kehamilan selama kurang lebih 40 minggu, secara alami seorang ibu akan memasuki persiapan masa persalinan. Persalinan adalah peristiwa  yang normal dan merupakan proses lahirnya janin pada usia kehamilan cukup bulan antara 37 minggu hingga 42 minggu.

Dalam persalinan ada beberapa tahapan yakni kala satu sampai dengan  kala 4. Secara ringkas dapat dijelaskan pada kala satu ini adalah sejak dimulainya pembukaan jalan lahir 1 cm sampai pembukaan 10 cm. Kemudian memasuki kala dua yakni fase paling membahagiakan  dimana terjadi proses persalinan pengeluaran bayi dari rahim ibu. Selanjutnya adalah  kala tiga proses lahirnya plasenta atau ari-ari bayi. Dan yang terahir kala empat  yaitu masa setelah plasenta lahir hingga 2 jam sesudahnya.

Pada saat memasuki proses persalinan, seorang ibu hamil boleh memilih posisi yang paling nyaman sembari menunggu pembukaan lengkap.  Bahkan ketika ketuban masih utuh ( belum merembes atau pecah) maka seorang ibu hamil yang akan melahirkan boleh melakukan aktifitas berjalan - jalan di sekitar ruang bersalin dan di bawah pemantau seorang bidan agar setiap saat dapat dilakukan monitoring kondisi  detak jantung bayi maupun kontraksi rahim.

Posisi persalinan memegang peranan penting ketika seorang ibu dinyatakan sudah siap untuk proses persalinan. Ada beberapa posisi yang di rekomendasikan dengan berbagai macam pertimbangan  segi manfaat dan efektifitas selama proses persalinan berlangsung. Namun pada pelaksanaannya dapat pula dilakukan kombinasi berbagai macam posisi persalinan. Misalnya anjuran miring ke kiri, ke kanan, telentang atau posisi jongkok.

Bagaimana saja posisi melahirkan yang dianjurkan dan apa kekurangan dan kelebihan dari masing - masing posisi tersebut?

1.Posisi terlentang atau dalam kebidanan dikenal dengan litotomi.

Pada posisi ini seorang ibu hamil berbaring terlentang sejajar tempat tidur dengan kepala dibantu di sangga oleh suami, atau bidan dan kedua tangan ibu merangkul  pelipatan paha di dekatkan ke arah perut dengan bimbingan bidan. Atau dapat pula kedua kaki diletakkan pada penopang kaki yang didesain pada tempat tidur ibu bersalin.

Pada posisi ini memudahkan pemantauan pembukaan jalan lahir, kepala bayi untuk diarahkan dan dipegang mengikuti putaran saat proses lahirnya kepala, serta memudahkan pembebasan bila terdapat lilitan tali pusat pada leher bayi dengan mengarahkan kepala bayi  mendekati perut ibu. Penahanan pada perineum antara anus dan vagina dapat dilakukan dengan  mudah agar tidak terjadi robekan perineum yang luas.

Kelemahan pada posisi ini adalah suplai oksigen pada janin kurang lancar. Hal ini berkaitan dengan letak pembuluh darah yang besar ibu yang  mengaliri  palsenta dengan oksigen tertekan oleh berat badan janin. Selain itu pada ibu yang pertama kali mengalami  proses melahirkan tak jarang mengalami kelelahan akibat kesulitan mengejan secara efektif berkaitan dengan bentuk jalan lahir yang mengarah ke atas dari  dasar panggul.

2. Posisi miring ke salah satu sisi tubuh ( kanan atau ke kiri )

Ibu berbaring posisi lateral, miring ke kanan atau ke kiri sesuai dengan anjuran dokter dan bidan. Kemudian pada saat dimulai proses persalinan, Ibu hamil mengambil posisi dengan satu kaki diangkat ke arah perut dan tangan sisi yang sama diletakkan pada  lipatan antara lutut dan paha untuk mendekati dinding perut.

Kelemahan posisi ini menyulitkan memonitor proses keluarnya kepla bayi dari dasar panggul dan bila perlu tindakan pengguntingan jalan lahir akan menyulitkan tindakan episiotomi. Namun demikian posisi miring saat bersalin dapat mempermudah turunnya kepala ke dasar panggul, meringankan ibu saat proses mengejan, tidak melelahkan, mempersingkat proses persalinan dan memperlancar sirkulasi peredaran darah ibu ke plasenta sehingga suplai oksigen ke bayi  lebih maksimal.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.