Kompas.com - 10/10/2012, 07:56 WIB
EditorLusia Kus Anna

Ketika anak-anak itu berusia 8 tahun, para peneliti melakukan wawancara pada para guru mereka untuk mengevaluasi perilaku anak di sekolah demi menilai ada tidaknya gejala mirip ADHD.

Setelah memperhitungkan setiap faktor, para peneliti menemukan bahwa 1 mikrogram merkuri per gram rambut para ibu (sekitar 8 kali dari level rata-rata yang ditemukan pada wanita lain), berkaitan dengan peningkatan risiko sampai 60 persen menderita gejala ADHD.

Tetapi kandungan merkuri kurang dari 1 mikrogram tidak menunjukkan adanya kaitan.

Sagiv menjelaskan bahwa hasil riset ini seharusnya tidak membuat para ibu hamil takut mengonsumsi ikan laut karena efek negatif kandungan merkuri yang rendah jauh lebih kecil dibanding manfaatnya.


Hasil penelitian Sagiv tersebut ditanggapi beragam oleh para ahli, apalagi studi tersebut bertentangan dengan rekomendasi pemerintah di AS yang menyarankan para ibu hamil untuk lebih sering mengasup ikan. Konsumsi yang disarankan adalah kurang dari 26 ons persajian ikan setiap minggu untuk membatasi paparan merkuri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.