Kompas.com - 08/11/2012, 16:34 WIB
EditorAsep Candra

Posisi kvass di budaya Rusia yang membuat saya cukup salut adalah fakta bahwa minuman ini merupakan minuman tradisional yang telah mengakar selama ratusan tahun dan tetap mampu dipertahankan kepopulerannya oleh bangsa kuat ini hingga sekarang, di tengah arus ‘globalisasi dan ‘westernisasi’.

Ya, negara Rusia dewasa ini juga tidak luput sebenarnya dari ‘peperangan’ antara budaya lokal dan budaya asing, mirip seperti Indonesia. Kalau melihat keadaan Rusia di tahun 80-an, di era uni soviet, tentu sangat berbeda wajahnya dengan Rusia saat ini. Pada masa itu, produk-produk barat sangat sulit memasuki negara ini. Mulai dari mobil, restoran, baju, alat elektronik, semua merupakan merek lokal, produksi bangsa sendiri. Namun kini, kalau kita berjalan-jalan di kota Moskow, berbagai restoran cepat saji dan kafe dengan brand Amerika atau negara barat lainnya sudah ramai ditemui. Merek-merek minuman soda dan makanan ringan pun mulai didominasi perusahaan asing.

Nah ternyata, minuman kvass yang sekarang terus populer ini pun sempat hilang dari pasaran pada tahun 90-an, setelah runtuhnya Uni Soviet dan lahirnya negara Rusia baru. Kebijakan pemerintah baru, yang meliputi aturan standar kesehatan untuk minuman dan makanan menyebabkan minuman kvass yang diproduksi secara tradisional dan tak terdaftar serta tak terkontrol oleh badan pemeriksaan makanan Rusia kehilangan pasarnya. Sebaliknya, merek minuman kola terkenal dari Amerika mulai masuk dan menjadi populer terutama di kalangan anak muda. Di masa puncaknya, produsen minuman kola ini mencapai pangsa 40 persen dari pasar minuman dalam negeri Rusia.

Menjelang akhir tahun 90-an, situasi mulai berbalik. Produsen minuman dalam negeri mulai meluncurkan kembali produk kvass dengan teknologi produksi dan kemasan yang modern untuk menyaingi produsen minuman asing. Dalam 3 tahun, produk kvass kembali menjadi favorit, mengambil 30 persen pangsa pasar minuman lokal, menyebabkan pangsa produk minuman kola turun hingga 23 persen saja.

Memang kvass industrial yang diproduksi saat ini sangat berbeda proses pembuatan dan kandungannya dengan kvass tradisional. Hal ini tentu sudah disesuaikan dengan peraturan standar modern dan selera pasar. Meski begitu, minuman kvass yang merupakan salah satu simbol budaya asli Rusia telah berhasil mendapatkan tempatnya kembali di hati masyarakat Rusia dan bagi saya menunjukkan suatu sikap bangsa yang kuat dan patut dicontoh oleh bangsa kita. Saya jadi berpikir, betapa banyak warisan budaya kita yang sebenarnya bisa kembali kita populerkan. Mengakhiri tulisan ini, semoga kvass bagi Rusia bisa menginspirasi kita, seperti ‘pepatah’ Rusia yang saya kutip berikut…  

Russky Kvass mnoga narodu spas” – Berkat Kvass Rusia, banyak orang terselamatkan.

Referensi: berbagai sumber

Fittonia Elgina
Master in Biology
Alumni PERMIRA (PPI Rusia)
Peserta Beasiswa Unggulan DIKTI

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.