Kompas.com - 13/11/2012, 06:35 WIB
EditorLusia Kus Anna

Gerakan menanami lahan berkembang pula di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, Halmahera Utara. Tanaman seperti kangkung dan tomat banyak terlihat di halaman.

Atasi kurang gizi

Sebelum ada kebun, warga, termasuk ibu hamil dan anak balita, makan seadanya. Warga tak mampu membeli sayuran yang terhitung mahal. ”Makan nasi, ubi, atau pisang saja kadang ditambah ikan. Namun, sering tanpa sayuran,” kata kader posyandu di Katana, Asyatin Sanita Laluba (46).

Hal ini menyebabkan banyak bayi dan balita kekurangan gizi di Katana. Kekurangan gizi membuat ibu hamil dan anak rentan terkena penyakit dan bisa berakhir dengan kematian. Namun, sejak kebun rumah digalakkan, tak ada lagi anak kekurangan gizi.

Desa Bale dan Katana adalah dua dari 33 desa di tujuh kecamatan di Halmahera Utara yang menjadi desa binaan Wahana Visi Indonesia Halmahera Utara sejak 2008. Program pengembangan tanaman di halaman dan di lahan tidur dipilih karena banyak manfaatnya.

”Hasil tanaman bisa memperkuat ekonomi keluarga, memperkuat asupan gizi yang baik bagi keluarga,” ujar Manajer Wahana Visi Halmahera Utara Erni L Damanik.

Pengembangan tanaman seiring dengan sosialisasi kepada ibu hamil, bayi, dan balita terkait asupan gizi yang baik. Hal ini menjadi satu dalam program Pemberian Makanan untuk Bayi dan Anak Berbasis Masyarakat.

”Program ini penting karena kecenderungan masyarakat makan karbohidrat saja, seperti nasi, jagung, dan ubi. Tanpa menambah sayuran, buah atau lauk mengandung protein,” katanya.

Stop promosi susu

”Promosi susu formula di televisi, bahkan pemasaran sampai ke desa-desa, membuat orang lebih memilih susu formula daripada air susu ibu (ASI) karena mengira susu formula lebih bergizi. Padahal, itu justru berdampak negatif pada bayi,” kata Erni.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.