Kompas.com - 14/11/2012, 10:24 WIB
EditorAsep Candra

TANYA :

Dear konselor AIMI, bagaimana cara supaya bayi saya mau menyusui, karena dari awal bayi sudah bingung puting, akibatnya ASi tidak eksklusif. Saya sudah berusaha memijat payudara dan menarik puting, tetapi tetap tidak keluar ASInya, untuk makanan sayur daun katuk juga mengkonsumsi vitamin, sekarang bayi umur 3 bulan sama sekali tidak minum ASI. Apakah ada solusinya supaya bayi mau menyedot ASI?

(Endang, 31, Jayapura)

JAWAB :

Dear ibu Endang,

Sedih ya rasanya kalau tidak bisa menyusui bayi kita? Tapi semangat ibu untuk ingin kembali menyusui patut diacungi jempol.
Menyusui kembali setelah beberapa waktu tidak menyusui sangat mungkin untuk dilakukan. Hal ini disebut dengan relaktasi. Proses relaktasi membutuhkan niat kuat, kesabaran dan dukungan dari keluarga. Tahapan relaktasi meliputi:

1. Memperbanyak kontak kulit antara ibu dan bayi. Sebisa mungkin ibu meluangkan waktu untuk merawat bayi sendiri. Anggota keluarga yang lain dapat membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lain. Kontak kulit ini sangat dibutuhkan agar bayi mengenal kembali tubuh ibunya dan nantinya mau menghisap payudara.

2. Mengganti media botol dot dengan media lain yang tidak mengganggu proses menyusui yaitu gelas, cangkir, pipet, spuit, atau sendok.

3. Untuk merangsang payudara agar memproduksi ASI ibu dapat memerah payudara setiap 1-2 jam. Pada awalnya mungkin hanya sedikit atau bahkan belum ada ASI yang keluar. Dengan tetap memerah setiap 1-2 jam payudara akan dirangsang untuk memproduksi ASI.

4. Hisapan bayi juga sangat dibutuhkan selain untuk merangsang produksi ASI juga agar bayi belajar kembali menyusu. Agar bayi tidak menghisap payudara yang produksi ASInya belum banyak, bisa dibantu dengan ASI donor atau formula yang dialirkan melalui alat bantu menyusui berupa selang NGT dan spuit. Seiring produksi ASI bertambah karena hisapan bayi maupun diperah, ASI donor atau formula sedikit demi sedikit bisa dikurangi.

Proses relaktasi ini bervariasi lamanya tergantung dari usia bayi dan seberapa lama bayi berhenti menyusu. Semakin muda usia bayi, atau semakin singkat bayi berhenti menyusu, prosesnya bisa lebih cepat.

Oleh jarena itu, penting sekali untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan keluarga, terutama suami, agar mendapatkan dukungan penuh.

Apabila keluarga sudah sepakat untuk memberikan dukungan ibu bisa menghubungi konselor menyusui untuk membantu proses relaktasi tersebut.

Semoga membantu.
Salam ASI

Rachmadhani
Konselor Menyusui
Ketua AIMI Jawa Tengah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.