Kompas.com - 20/11/2012, 22:11 WIB
EditorAsep Candra

7.  Sesak atau mengi. Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan bernafas. Asma merupakan suatu penyakit peradangan saluran napas yang sifatnya kronik (menahun). Meskipun asma dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama sekali pada anak mulai usia 5 tahun. Namun sebagian kasus justru timbul mengi sebelum usia 5 tahun. Pada kelompok ini justru setelah usia 5-7 tahun akan berkurang atau membaik meski sebagian kecil ada yang berkepanjangan. Penyakit asma ditandai dengan tiga hal, antara lain mengkerutnya saluran napas, pembengkakan, dan pengeluaran lendir yang berlebih pada saluran napas. Penyakit ini merupakan salah satu manifestasi alergi.
 
8.   Gangguan kulit atau dermatitis. Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Gejala dari dermatitis alergi ini adalah ruam kulit, gatal-gatal, bersisik dan kadang-kadang terbakar. Pada wajah dapat menyebabkan bengkak, merah, dan kulit melepuh. Dermatitis ini dapat berupa tanda-tanda kemerahan ringan sampai pecah-pecah ekstrim dan lecet. Dermatitis alergi dapat langsung terjadi jika terjadi kontak langsung dengan alergen atau berlangsung hingga 48 sampai 72 jam sebelum reaksi dapat terlihat pada kulit. Reaksi yang tertunda seperti inilah yang membuat lebih sulit untuk mendiagnosa alergen tertentu yang menyebabkan eksim.

9.  Napas grok-grok. Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik seiring pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Beberapa orang tua sering mengeluhkan kepada dokter bahwa suara napas berbunyi atau sering disebut hipersekresi bronkus yang dialami bayinya. Napas berbunyi grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lebih sering dan lebih lama dan bila batuk terdapat dahak berlebihan. Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gejala alergi yang menimbulkan hipersekrtesi bronkus atau suara grok-grok pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi.

10.  Anak mudah mual dan muntah. Gangguan ini biasanya bermula sejak lahir akan bertambah membaik dengan pertambahan usia. Tetapi saat usia 6 bulan saat seharusnya membaik akan bertambah lagi keluhannya. Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan reflek protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum muntah terdiri atas tiga fase, yaitu nausea (mual), retching (maneuver awal untuk muntah) dan regurgitasi (pengeluaran isi lambung/usus ke mulut).

Akibat imaturitas saluran cerna

Berbagai gangguan tersebut ternyata sering dikaitkan dengan ketidakmatangan fungsi saluran cerna atau imaturitas saluran cerna. Gangguan fungsional ini seringkali terjadi pada penderita alergi dan hipersensitif makanan.  Berbagai penelitian menunjukkan keterkaitan berbagai gangguan tersebut dengan alergi atau imaturitas saluran cerna.

Mengapa gangguan tersebut lebih berat dan sering terjadi setelah usia 6 bulan karena mulai diberi makanan tambahan baru. Bila peenderita alergi atau hipersensitivitas makanan diberi berbagai makanan yang mengangguan saluran cerna akan menimbulkan berbagai dampak tersebut. Mengapa usia 5-76 tahun berangsur membaik ? Karena pada usia tersebut ketidakmatangan saluran cerna secara bertahap membaik.

Penanganan

Penanganan terbaik anak dengan berbagai gangguan fungsional tersebut adalah mencari trigger atau penyebab dan pemicunya. Pada penderita gangguan fengsi saluran cerna saluran cerna dengan melakukan intervensi reaksi simpang makanan adalah dengan menghindari makanan penyebabnya, maka keluhan sulit makan dan berbagai keluhan gangguan perilaku juga berkurang. Untuk mengetahui jenis reaksi simpang makanan, harus dilakukan anamnesis riwayat keluhan yang cermat, pemeriksaan fisik dan eliminasi provokasi. Di samping itu dilakukan pemeriksaan laboratotium penunjang untuk membedakan apakah suatu alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit celiac atau reaksi makanan lainnya.

Pemberian enzim, obat-obatan saluran cerna dan vitamin lainnya dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab reaksi simpang makanan tersebut. Mengenali secara cermat gejala reaksi simpang makanan dan mengidentifikasi secara tepat penyebabnya, maka gangguan pada saluran cerna, sistem susunan saraf pusat dan gangguan perilaku dapat dikurangi.

Penanganan anak sepuluh gangguan tersering apada anak tersebut yang sering disertai reaksi simpang makanan harus dilakukan secara holistik. Selain menghindari makanan penyebab maka diperlukan penanganan multidisiplin ilmu kesehatan anak. Bila perlu harus melibatkan bidang neurologi, psikiater, tumbuh kembang, endokrinologi, alergi, gastroenterologi dan bidang ilmu kesehatan anak lainnya

Di masa depan pendapat bahwa gangguan tersebut adalah hal biasa karena masa -masa usia anak sebaiknya mulai harus ditinggalkan karena bila dilakukan intervensi berbagai keluhan tersebut dapat diminimalkan.
   
Berbagai gangguan tersebut bila dianggap normal akan dibiarkan dan akan menimbulkan berbagai macam komplikasi dan akan memperparah allergy march atau perjalanan alamiah penyakit alergi di kemudian hari. Awalnya usia 5-7 tahun hanya sensitif saluran cerna dan kulit tetapi usia setelah 5-7 tahun berubah menjadi asma, bronkitis, rinitis atau sinusitis. Gangguan anak tidak bisa diam akan menjadi masalah saat anak memasuki usia sekolah karena sering disertai gangguan konsentrasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.